Tahap Pertama, PGN Salurkan Gas untuk 4.743 Pelanggan Rumah Tangga di Dumai

Peresmian penyaluran gas rumah tangga ini dilakukan dengan demo memasak menggunakan gas bumi yang disalurkan ke rumah tangga pelanggan.

Tahap Pertama, PGN Salurkan Gas untuk 4.743 Pelanggan Rumah Tangga di Dumai
tribun pekanbaru
PGN meresmikan penyaluran pertama gas untuk rumah tangga di Dumai, kepada 4 ribu lebih pelanggan, Rabu (20/11). Peresmian ini ditandai dengan demo masak menggunakan gas bumi. 

tribunpekanbaru.com - Dalam menjalankan peran sebagai sub holding gas, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk ikut mendukung program pemerintah mengalirkan gas murah kepada masyarakat di Kecamatan Dumai Timur.

Pengaliran gas pertama untuk rumah tangga di Dumai dilaksanakan untuk 4.743 pelanggan di Kecamatan Dumai Timur, ditandai pemotongan pita oleh Wali Kota Dumai H Zulkifli AS, didampingi Direktur Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Migas Kementerian ESDM RI, Alimuddin Baso, serta PGN Group Head Strategic Stakeholder Management, Santiaji Gunawan, Rabu (20/11).

Pada kesempatan tersebut, Wako Dumai H Zulkifli AS didampingi Alimuddin Baso, juga melakukan demo masak menggunakan gas bumi.

Setelah memberikan edukasi tentang tata cara menggunakan kompor dari gas bumi tersebut, Alimuddin Baso mengungkapkan, pengaliran gas pertama untuk rumah tangga di Dumai untuk 4.743 pelanggan, namun yang bisa menggunakan baru 600 pelanggan di sektor 1. Sedangkan sisanya akan bertahap bisa menggunakan gas hingga sektor 5.

Menurutnya, 4.743 pelanggan tersebut tersebar di dua kelurahan di Kecamatan Dumai Timur, yakni Jaya Mukti dan Kelurahan Teluk Binjai.

Sesuai regulasi, harga gas bumi untuk rumah tangga ditetapkan oleh BPH Migas sebesar Rp4.250/m3 untuk rumah tangga (RT)-1 yang meliputi rumah susun, rumah sederhana, rumah sangat sederhana sekali, dan sejenisnya.

"Rumah masyarakat yang terpasang jaringan gas akan mendapatkan kompor gratis sesuai standar, sehingga aman bila menggunakannya," terang Alimuddin.

Menurutnya, masyarakat sangat diuntungkan menggunakan gas bumi, karena lebih murah di banding menggunakan gas elpiji kemasan 3 kg atau 5 kg dengan nilai Rp80.000 per bulan. Kalau menggunakan gas ini, masyarakat paling hanya membayar Rp40.000 per bulan. Dengan demikian, pengeluaran masyarakat bisa dibatasi.

Alimuddin mengharapkan, dengan makin masifnya pembangunan infrastruktur gas bumi ke masyarakat dan pemanfaatan gas bumi untuk kebutuhan sehari-hari, maka akan semakin besar manfaat yang dirasakan masyarakat.

"Gas bumi ini tingkat keamanannya sangat baik, ramah lingkungan, dan biaya lebih kompetitif. Masyarakat yang menggunakan juga ikut membantu pemerintah dalam mengonsumsi energi bebas subsidi untuk ketahanan energi nasional," tambahnya.

Halaman
12
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved