Berita Riau

Targetkan Sebelum Desember, Dana Insentif Daerah Tak Cair Jika Pengesahan APBD Pelalawan 2020 Molor

Banggar DPRD sedang membahas hal-hal yang krusial dan program pembangunan secara rinci bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah.

Targetkan Sebelum Desember, Dana Insentif Daerah Tak Cair Jika Pengesahan APBD Pelalawan 2020 Molor
Tribun Pekanbaru/Johanes Tanjung
Kepala Badan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD) Pelalawan, Devitson Sabaruddin. 

PANGKALAN KERINCI,TRIBUN- Pengesahan RAPBD tahun 2020 ditargetkan sebelum memasuki Desember tahun 2019.

Saat ini RAPBD 2020 sedang digarap di DPRD Pelalawan setelah diserahkan pemerintah daerah dua pekan lalu.

Badan Anggaran (Banggar) DPRD sedang membahas hal-hal yang krusial dan program pembangunan secara rinci bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD).

"Target pengesahan paling tidak tanggal 25 November ini. Itu harus dikejar sebelum Bulan Desember," kata Kepala Badan Pengelolaan Kekayaan dan Aset Daerah (BPKAD) Pelalawan, Devitson Saharuddin, Rabu (20/11/2019).

Berdasarkan aturan, kata Devitson, APBD 2020 harus sudah disahkan satu bulan sebelum tahun anggaran berakhir. Hal itu diinstruksikan pemerintah pusat ke seluruh daerah yang saat ini sibuk membahas angaran tahun mendatang.

Apabila ketuk palu APBD tidak sesuai dengan target yang diberikan atau lewat hingga Desember, pemda akan menerima konsekusensinya dari pemerintah pusat.

Dana Insentif Daerah (DID) dipastikan tidak dikucurkan lagi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) sebagai penghargaan bagi daerah yang mengesahkan APBD sesuai target.

"Selain DID tak dapat lagi, kita juga akan diberikan sanksi administrasi," ucapnya.

Wakil Ketua DPRD Pelalawan, Syafrizal SE menyebutkan, pihaknya masih melakukan pembahasan intensif bersama TAPD atas RAPBD yang diserahkan. Sebelumnya pembahasan terhadap Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Platform Angaran Sementara (KUA dan PPAS) antara Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan komisi-komisi.

"Hasil pembahasan di komisi-komisi bersama OPD akan dikawal dan dipastikan masuk dalam RAPBD. Itu yang sedang dibahas sekarang," ujar Syafrizal. (Tribunpekanbaru.com/johannes wowor tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved