Berita Riau

Dua Alat Bukti Jerat EA, Lurah Kerinci Timur Riau Ditetapkan Tersangka Kasus Pungli dan Gratifikasi

Status tersangka EA merupakan buntut dari penanganan kasus pemerasan dalam jabatan dan gratifikasi yang dilakukan mantan Kades Sering M Yunus.

Dua Alat Bukti Jerat EA, Lurah Kerinci Timur Riau Ditetapkan Tersangka Kasus Pungli dan Gratifikasi
istimewa
Kasat Reskrim Polres Pelalawan AKP Teddy Ardian 

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - EA, Lurah Kerinci Timur Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Riau terjerat kasus dugaan kasus pungutan liar (pungli) dan gratifikasi dalam pengurusan Surat Keterangan Ganti Rugi (SKGR) tanah di Desa Sering, Kecamatan Pelalawan.

Unit Tindak Pidana Korupsi Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pelalawan resmi menetapkan EA sebagai tersangka atas kasus korupsi yang ditangani tahun 2019 ini.

Status tersangka EA merupakan buntut dari penanganan kasus pemerasan dalam jabatan dan gratifikasi yang dilakukan mantan Kades Sering M Yunus.

"Ini merupakan pengembangan dari perkara korupsi mantan Kades Sering atas nama M Yunus. Terkait pengurusan SKGR tahun 2014 lalu," kata Kapolres Pelalawan AKBP M Hasyim Risahondua SIK melalui Kasat Reskrim AKP Teddy Ardian SIK, Kamis (21/11/2019).

Kasat Teddy menerangkan, EA yang saat ini menjabat sebagai Lurah Kerinci Timur patut diduga turut bersama-sama dengan tersangka M Yunus melakukan pemerasan dalam jabatan dan gratifikasi 100 persil SKGR di Desa Sering pada tahun 2014. Bahkan EA diduga ikut menikmati hasil dari tindakan korupsi yang dilakukan M Yunus.

Penyidik Tipikor telah memeriksa EA dengan kapasitasnya sebagai tersangka kedua dalam perkara rasuah itu. Sebab dalam berkas tersangka M Yunus status EA masih sebagai saksi. Kemudian dilakukan pendalaman peranan EA dalam penyelidikan hingga ditemukan dua alat bukti untuk menjeratnya sebagai tersangka.

"Ada aliran uang dari tersangka Yunus ke EA selama pengurusan SKGR tahun 2014 silam," tambah Kasat Teddy.

Kejari Pelalawan telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Unit Tipikor Satreskrim Polres Pelalawan terkait kasus korupsi penerbitan SKGR.

SPDP atas nama EA. SPDP ini merupakan kedua dalam perkara yang sama setelah sebelumnya menjerat mantan Kades Sering M Yunus yang saat ini sedang menjalani persidangan.

"SPDP sudah kita terima dari polres atas nama EA dalam kasus SKGR Desa Sering. Yang bersangkutan sebelumnya jadi saksi dalam kasus yang sama," tutur Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan, Andre Antonius SH.

Halaman
123
Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved