Kasus Korupsi SKGR

Lurah di Riau Jadi Tersangka Kasus Korupsi SKGR, Kejari Terima SPDP dari Polres Pelalawan

Kejari Pelalawan Riau telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Unit Tipikor Polres pelalawan.

Lurah di Riau Jadi Tersangka Kasus Korupsi SKGR, Kejari Terima SPDP dari Polres Pelalawan
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
Lurah di Riau Jadi Tersangka Tipikor, Terlibat Kasus Korupsi SKGR, Duet dengan Kades 

Lurah di Riau Jadi Tersangka Kasus Korupsi SKGR, Kejari Terima SPDP dari Polres Pelalawan

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Lurah Kerinci Timur Kecamatan Pangkalan KerincI berinisial EA ditetapkan sebagai tersangka oleh Satreskrim Polres Pelalawan Riau, dalam kasus Tipikor pengurusan SKGR di Desa Sering Kecamatan Pelalawan tahun 2014 lalu.

Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan Riau telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dari Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Pelalawan terkait kasus korupsi penerbitan SKGR.

SPDP atas nama EA (Edy Arifin) dalam perkara pemerasan dalam jabatan dan gratifikasi penerbitan SKGR di Desa Sering Kecamatan Pelalawan.

SPDP ini merupakan kedua dalam perkara yang sama setelah sebelumnya menjerat mantan Kepala Desa (Kades) Sering M Yunus yang saat ini sedang menjalani persidangan.

"SPDP sudah kita terima dari polres atas nama EA dalam kasus SKGR Desa Sering. Yang bersangkutan sebelumnya jadi saksi dalam kasus yang sama," tutur Kepala Seksi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Pelalawan, Andre Antonius SH, kepada tribunpelalawan.com, Kamis (21/11/2019).

Andre Antonius menuturkan, pihaknya tinggal menunggu pelimpahan berkas perkara rasuah itu dari Polres Pelalawan untuk diteliti oleh jaksa peneliti.

Selanjutnya setelah dinyatakan lengkap atau P21 barulah dilakukan pelimpahan tahap ll dari penyidik polisi ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) kejari.

Sedangkan tersangka pertama, M Yunus, telah menjalani persidangan di pengadilan Tipikor Kota Pekanbaru untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Yunus didakwa melakukan pemerasan dalam jabatan dan menerima gratifikasi penerbitan SKGR tahun 2014 lalu.

Halaman
1234
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved