Selasa, 21 April 2026
Pemko Pekanbaru
Super Hub Pemko Pekanbaru

Program Sekolah Sawit Lestari, Asian Agri Edukasi Siswa SMKN 1 Pangkalan Kerinci

PT Inti Indosawit Subur (IIS) Kebun Buatan mengenalkan budidaya sawit kepada siswa SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci.

Editor: ihsan
foto/istimewa
Siswa SMK N 1 Pangkalan Kerinci diajak ke lokasi pembibitan sawit PT Inti Indosawit Subur (IIS) Kebun Buatan, Selasa (19/11/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PANGKALANKERINCI - Asian Agri kembali menggelar Program Sekolah Sawit Lestari.

Kali ini, melalui PT Inti Indosawit Subur (IIS) Kebun Buatan, memilih SMK Negeri 1 Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan untuk mengenalkan budidaya sawit, Selasa (19/11/2019).

Tak hanya memberikan edukasi muatan lokal teknis budidaya kelapa sawit kepada para siswa-siswi, Asian Agri sebelumnya juga memberikan bantuan bibit sawit sebanyak 60 pokok, yang ditanam di areal sekolah SMKN 1 Pangkalan Kerinci.

Hendra Saragih sebagai Askep Plasma Buatan mengatakan, dalam Program Sekolah Sawit Lestari, siswa SMKN 1 Pangkalan Kerinci diajak berkunjungan ke pembibitan agar mengerti proses budidaya kelapa sawit sejak dini.

"Diharapkan melalui program ini, mendapatkan bekal ilmu pengetahuan yang kelak bisa ditularkan kepada orang lain atau keluarganya yang berprofesi petani sawit," jelasnya.

Hendra menyebutkan, perusahaan dalam budidaya kelapa sawit menggunakan bibit unggul supaya menghasilkan pertumbuhan dan produksi yang terbaik.

"Sebagai bentuk kepedulian perusahaan terhadap masyarakat sekitar, khususnya petani plasma, selalu menghimbau untuk menggunakan bibit unggul saat menanam sawit,” sebutnya.

Manager KBN, Budianto menambahkan, bibit adalah hal penting dalam budidaya kelapa sawit.

Untuk itu perlu perlakuan khusus. Karena dari kualitas bibit inilah bisa mendapatkan estimasi produksi selama 25 tahun ke depan.

"Di Asian Agri, kita menanam dengan bibit Topaz yang diproduksi oleh perusahaan sendiri. Bahkan kualitas bibit Topaz sudah termasuk dalam kelas bibit unggul dunia," jelasnya.

Dia mengatakan, tujuan kunjungan ke sekolah adalah memperkenalkan dan menunjukkan kepada para siswa dan guru pengajar tentang bibit Topaz.

"Supaya menjadi paham bahwa untuk mendapatkan produksi kelapa sawit yang tinggi harus menanam dengan memakai bibit berkualitas. Artinya bibit berkualitas menjadi dasar utama untuk pertumbuhan dan hasil selama 25 tahun ke depan," jelas Budianto.

Darwin Silitonga sebagai Assisten Afdeling membeberkan kepada para siswa pentingnya penggunaan bibit unggul dan perawatan tanaman agar dapat memproleh produksi yang optimal.

"Tahun pertama panen, menggunakan bibit unggul, perawatan baik dan cara panen yang benar maka produksi dihasilkan mencapai 1,8 ton per hektare atau 3,6 ton per kapling per bulan. Produksi ini akan semakin meningkat tahun selanjutnya," kata dia menjelaskan.

Kristianingsih mewakili guru SMKN 1 Pangkalan Kerinci mengucapkan terima kasih kepada Asian Agri yang sudah memberi pengenalan budidaya sawit. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved