Gizi Buruk di Pelalawan

Cegah Terjadi Pada Anak, Ikuti Tips Menghindari Gizi Buruk dari Diskes Pelalawan Riau

Plt Diskes Kabupaten Pelalawan, Asril M.Kes menyebutkan, anak menderita gizi buruk atau busung lapar disebabkan oleh dua hal.

Cegah Terjadi Pada Anak, Ikuti Tips Menghindari Gizi Buruk dari Diskes Pelalawan Riau
istimewa
Pasien gizi buruk yang menjalani perawatan intensif di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan. 

Cegah Terjadi Pada Anak, Ikuti Tips Menghindari Gizi Buruk dari Diskes Pelalawan Riau

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Kasus gizi buruk yang muncul di Kabupaten Pelalawan Riau dua bulan belakangan ini menjadi sorotan semua pihak, mulai dari pemerintah, anggota dewan, hingga masyarakat.

Pelaksan tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pelalawan, Asril M.Kes menyebutkan, anak menderita gizi buruk atau busung lapar disebabkan oleh dua hal.

Diantaranya karena asupan makanan dan vitan serta gizi yang sangat minim yang diberikan oleh orangtua anak.

Arma Hanif dan Fikri Kurniawan, anak penderita gizi buruk asal Pelalawan.
Arma Hanif dan Fikri Kurniawan, anak penderita gizi buruk asal Pelalawan. (Ist)

Kondisi ini sellau berkaitan dengan faktor ekonomi yang lemah, akses kesehatan yang terbatas, hingga kesibukan orangtua.

"Kebanyakan orangtua seakan kurang peduli dengan asupan gizi atau kondisi anaknya. Bisa saja anak tak selera makan atau minum susu, tapi kurang diperhatikan," tutur Asril kepada tribunpelalawan.com, Minggu (24/11/2019).

 BREAKING NEWS: Lagi, Muncul Balita Penderita Gizi Buruk di Pelalawan Riau, Kini Dirawat RSUD Selasih

 Arma Hanif Balita Penderita Gizi Buruk di Pelalawan Riau, Usia 4 Bulan Berat Badan Masih 2,9 Kg

Selain itu, lanjut Asril, gizi buruk bisa terjadi akibat adanya penyakit yang membawakannya seperti diare hingga TBC serta infeksi bagian dalam.

Gangguan kesehatan itu membuat si anak tidak doyan makan, minum susu atau menyusui ke ibunya.

Hingga berakibat penurunan berat badan yang drastis bahkan tak sesuai dengan usianya serta kebutuhan gizi tak lagi terpenuhi.

Hal ini bisa diantisipasi jika orangtua rutin memeriksakan anaknya ke fasilitas kesehatan yang terdekat, paling tidak ke Posyandu.

Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved