Gizi Buruk di Pelalawan

Gizi Buruk Serang Balita di Pelalawan Riau, Anggota DPRD Ini Pertanyakan Penghargaan Kota Layak Anak

Dua bulan ini kasus gizi buruk yang mulai menjamur di Kabupaten Pelalawan Riau menyerang anak-anak yang masih belia yang usianya di bawah lima tahun.

Gizi Buruk Serang Balita di Pelalawan Riau, Anggota DPRD Ini Pertanyakan Penghargaan Kota Layak Anak
Istimewa
Ketua Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan Andri Fransiscus Pane SE 

Gizi Buruk Serang Balita di Pelalawan Riau, Anggota DPRD Ini Pertanyakan Penghargaan Kota Layak Anak

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Dua bulan ini kasus gizi buruk yang mulai menjamur di Kabupaten Pelalawan Riau menyerang anak-anak yang masih belia yang usianya di bawah lima tahun.

Ketua Fraksi Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pelalawan, Andri Fransiscus Pane SE, memandang miris sekaligus prihatin terhadap anak-anak yang menderita busung lapar itu.

Di saat zaman sudah semakin maju dan daerah Pelalawan yang kaya ini masih terdeteksi penyakit busung lapar di tengah-tengah masyarakatnya.

"Saya pribadi sangat prihatin dengan kondisi anak gizi buruk. Itu seharusnya tak sampai terjadi jika penanganan dan pencegahan instansi terkait, dinas kesehatan, berjalan di bawah," terang Andri Pane kepada tribunpelalawan.com Minggu (24/11/2019).

 BREAKING NEWS: Lagi, Muncul Balita Penderita Gizi Buruk di Pelalawan Riau, Kini Dirawat RSUD Selasih

 Arma Hanif Balita Penderita Gizi Buruk di Pelalawan Riau, Usia 4 Bulan Berat Badan Masih 2,9 Kg

Andri menyinggung anggaran kesehatan yang besar selama ini sesuai dengan yang dialokasikan DPRD dan Pemda, yang semestinya bisa menyentuh hingga ke masyarakat terpencil yang jauh dari akses dan fasilitas kesehatan.

Ilustrasi - Pemeriksaan kesehatan anak
Ilustrasi - Pemeriksaan kesehatan anak (ist)

Dengan dana yang besar harusnya tidak ada lagi warga yang minim gizi atau asupan makanan, sekalipun berasal dari keluarga yang ekonomi lemah.

"Kita tidak ingin menyalahkan siapapun, tapi baiklah ini jadi evaluasi bersama. Pelayanan kesehatan ini sejatinya berkembang terus, jangan hanya puas disitu saja," tambah politisi Partai Gerindra ini.

Anggota dewan asal Daerah Pemilihan (Dapil) Pangkalan Kerinci ini juga mempertanyakan penghargaan yang pernah di terima Kabupaten Pelalawan sebagai Kota Layak Anak.

Padahal kenyataannya banyak anak-anak yang kekurangan gizi alias busung lapar.

Ilustrasi gizi buruk
Ilustrasi gizi buruk (foto/net)

Ia menyangsikan data yang dipakai untuk mendapatkan penghargaan itu tidak akurat.

"Melihat rentetan gizi buruk ini, penghargaan sebagai kota layak anak kemarin itu perlu dievaluasi lagi. Jangan hanya anak-anak yang di kota saja di data, pelayanan di pelosok paling penting," tandas anggota Komisi lll DPRD Pelalawan ini.

 Dalam Dua Bulan RSUD Pelalawan Riau Tangani Enam Kasus Gizi Buruk dan Seluruh Pasiennya Balita

 Perkembangan Terbaru Anak Penderita Gizi Buruk Pelalawan, Dirujuk ke Pekanbaru Lewati Masa Kritis

Politisi muda ini tak ingin buru-buru mengklaim jika program Pelalawan Sehat tidak berhasil.

Hanya saja kinerja dan wujud nyata pelayanan harus diselaraskan dengan besaran anggara yang dialokasikan dialokasikan bidang kesehatan.

Indikator keberhasilan bisa dilihat dari besarnya manfaat dan minimnya persoalan. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved