Gizi Buruk di Pelalawan

Kasus Gizi Buruk Bermunculan di Pelalawan Riau, Dinas Kesehatan Sebut Berarti Tugas Faskes Berjalan

Kasus gizi buruk yang ditemukan di Kabupaten Pelalawan Riau semakin marak dua bulan terakhir.

Kasus Gizi Buruk Bermunculan di Pelalawan Riau, Dinas Kesehatan Sebut Berarti Tugas Faskes Berjalan
Istimewa
Dua balita penderita gizi buruk yang dirawat di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci. 

Kasus Gizi Buruk Bermunculan di Pelalawan Riau, Dinas Kesehatan Sebut Berarti Tugas Faskes Berjalan

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERiNCI - Kasus gizi buruk yang ditemukan di Kabupaten Pelalawan Riau semakin marak dua bulan terakhir.

Seluruh pasiennya merupakan bayi atau anak di Bawah Lima Tahun (Balita).

Menurut Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Pelalawan, Asril M.kes, temuan kasus gizi buruk atau busung lapar belakangan ini menjadi indikator jika program penjaringan dan monitoring kesehatan mayarakat berjalan.

Kontrol kesehatan yang dilakukan fasilitas kesehatan mulai dari Posyandu, poskesdes, hingga Puskesmas dinilai efektif hingga terlihat kasus kesehatan yang diidap warga, termasuk gizi buruk.

 BREAKING NEWS: Lagi, Muncul Balita Penderita Gizi Buruk di Pelalawan Riau, Kini Dirawat RSUD Selasih

 Arma Hanif Balita Penderita Gizi Buruk di Pelalawan Riau, Usia 4 Bulan Berat Badan Masih 2,9 Kg

"Kita memandangnya berarti tugas penjaringan kesehatan oleh faskes kita berjalan. Ditemukan kasus gizi buruk lalu ditangani dengan baik, terang Asril kepada tribunpelalawan.com Minggu (24/11/2019).

Arma Hanif yang berusia tiga bulan, pasien gizi buruk dari Desa Sialang Kayu Batu Kecamatan Bunut pelalawan yang dirawat intensif di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Jumat (22/11/2019).
Arma Hanif yang berusia tiga bulan, pasien gizi buruk dari Desa Sialang Kayu Batu Kecamatan Bunut pelalawan yang dirawat intensif di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Jumat (22/11/2019). (Istimewa)

Dijelaskannya, selama ini jika kasus seperti gizi buruk tidak ditemukan atau tak mencuat, bukan berarti tidak ada terjadi.

Sama hal seperti penyakit lainnya, pasien penderitanya tidak ketahuan lantas penyakit tersebut sama sekali tak ada.

Bisa saja kinerja para petugas kesehatan yang kurang maksimal hingga tidak terpantau.

Sebenarnya, kata Asril, banyak faktor penyebab gizi buruk satu di antarnya kurang pedulinya orangtua terhadap kondisi anaknya akibat keseibukan bekerja atau mencari nafkah.

Balita penderita gizi buruk bernama Fikri dirawat di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Selasa (19/11/2019).
Balita penderita gizi buruk bernama Fikri dirawat di RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Selasa (19/11/2019). (istimewa)
Halaman
12
Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved