Berita Riau

Uniknya Layanan Gegas Karmila di Siak, Petugas Wajib Keliling Tiap Hari, Jika Tidak Didenda Sembako

Sepeda motor itu diberi nama Gegas Karmila, yaitu Gerakan Petugas Kunjungi Keluarga Miskin dan Lansia.

Uniknya Layanan Gegas Karmila di Siak, Petugas Wajib Keliling Tiap Hari, Jika Tidak Didenda Sembako
TRIBUNPEKANBARU/MAYONAL PUTRA
Bupati Siak Alfedri didampingi Kadis Kesehatan Siak Raja Tonny Chandra menyerahkan motor Gegas Karmila kepada petugas medis, Senin (25/11/2019) di halaman kantor bupati. 

TRIBUNSIAK.COM, SIAK - Dinas Kesehatan Siak memberikan 4 unit sepeda motor kepada UPTD Puskesmas Mempura, Sungai Apit, Koto Gasib dan Pusako.

Sepeda motor itu diberi nama Gegas Karmila, yaitu Gerakan Petugas Kunjungi Keluarga Miskin dan Lansia.

"Jadi petugas medis kita di 4 kecamatan itu datang ke rumah pasien yang kurang mampu secara ekonomi dan pasien usia lanjut untuk memberikan layanan kesehatan," kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Siak Raja Tonny Chandra, Senin (25/11/2019).

Ia menuturkan, program itu merupakan inovasi baru Diskes Siak untuk memudahkan warga miskin dan lansia mendapatkan pelayanan kesehatan. Para pasien kategori itu tidak perlu repot datang ke puskesmas.

"Kita namanya Gegas Karmila, biar gampang diingat. Ini untuk memudahkan warga miskin dan Lansia yang ingin berobat," ujar Tonny.

Seluruh petugas medis harus memanfaatkan sepeda motor itu setiap hari. Jika petugas terlambat datang ke rumah warga miskin dan Lansia, maka diberikan sanksi denda.

"Dendanya berupa sembako untuk diberikan ke warga tersebut. Ini menarik, sekaligus sangat bermanfaat," kata dia.

Penyerahan kendaraan roda dua Gegas Karmila tersebut langsung dipimpin Bupati Siak Alfedri bersama Tonny kepada Kepala UPTD Puskesmas. Kegiatan itu bersempena Peringatan Hari Kesehatan Nasional ke- 55 tahun 2019 di halaman kantor bupati.

Bupati Siak Alfedri mengapresiasi inovasi tersebut. Ini salah satu upaya dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang membutuhkan, khususnya untuk warga sangat miskin, Lansia dan penyandang disabilitas.

"Tentunya kami mengapresiasi inovasi yang dibuat oleh Dinas Kesehatan ini. Ini upaya 'jemput bola' dalam rangka memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi masyarakat," sebut Alfedri.

Setiap warga miskin dan Lansia rumahnya akan ditempel stiker dan kentongan sebagai tanda warga miskin yang diberikan pelayanan kesehatan gratis. (Tribunpekanbaru.com/mayonal putra)

Penulis: Mayonal Putra
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved