Di Pasaman, Sudah 14 Ekor Ternak Mati Diserang Harimau Sumatra Selama 2019

Serangan harimau Sumatra terus menghantui warga di Kabupaten Pasaman, Sumbar. Meski sudah dihalau, namun si belang tetap menyerang ternak warga.

Di Pasaman, Sudah 14 Ekor Ternak Mati Diserang Harimau Sumatra Selama 2019
Dok Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Harimau Sumatra 

tribunpekanbaru.com - Selama tahun 2019 ini, telah terjadi tiga kali peristiwa kemunculan Harimau Sumatra di perkebunan penduduk di Kabupaten Pasaman. Data tersebut dicatat oleh KSDA Kabupaten Pasaman.

Sebelumnya, pertama kali pada Bulan Juli 2019 dilaporkan 14 hewan ternak warga mati diterkam harimau. Selanjutnya pada Oktober 2019, lima hewan ternak warga di Pasaman juga dilaporkan mati diterkam hewan buas tersebut. Peristiwa tersebut kembali terulang pada Minggu (24/11) lalu, saat hewan ternak warga diserang Harimau Sumatra.

Pada serangan kali ini, menimpa hewan ternak milik seorang petani bernama Ridwan (55). Dia mendapati hewan ternak sapi peliharaannya terluka di bagian kaki belakang akibat serangan hewan buas.

Kepala Resor Koservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Kabupaten Pasaman, Ade Putra, menuturkan, berdasarkan ciri-ciri yang ditemui warga, yang memangsa hewan ternak (sapi) milik warga tersebut merupakan binatang buas Harimau Sumatra.

"Dari hasil pengecekan, memang ditemukan tanda keberadaan berupa jejak kaki satwa diduga Harimau Sumatra di sekitar dan di dalam kandang sapi," ungkap Ade Putra, Selasa (26/11).

Walaupun sudah dilakukan penghalauan kembali ke habitatnya, hewan buas tersebut kembali menampakkan diri dan mengganggu hewan ternak warga. Selanjutnya, KSDA Pasaman memasang perangkap di sekitar perkebunan sawit warga yang menjadi tempat kemunculan hewan tersebut.

Ade Putra mengimbau warga yang berkebun agar selalu meningkatkan kewaspadaan, dan menyarankan agar tidak sendirian saat berkebun. "Jikapun berhadapan langsung dengan satwa buas tersebut, segera cari pohon untuk berlindung dan minta bantuan masyarakat setempat," ujar Ade seraya mengingatkan agar tidak lekas panik.

Selain itu, untuk menjamin rasa aman bagi warga, KSDA Pasaman juga melakukan patroli rutin di sekitar perkebunan sawit warga.

Sejauh ini, binatang buas yang diperkirakan Harimau Sumatra itu terpantau mengganggu ternak warga di Jorong Tarantang Tunggang, Nagari Binjai, Kecamatan Tigo Nagari, Kabupaten Pasaman, Sumbar. (rin/tribun padang)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Sumber: Tribun Padang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved