Berita Riau

Bupati Pelalawan Riau Wanti-wanti Jangan Ada Lagi Proyek Gagal Lelang Tahun 2020

Bupati Harris meminta seluruh pejabat OPD agar menyusun rencana program dan dokumen lelang proyek sejak awal tahun anggaran pada Januari.

Bupati Pelalawan Riau Wanti-wanti Jangan Ada Lagi Proyek Gagal Lelang Tahun 2020
TRIBUN PEKANBARU / JOHANES WOWOR TANJUNG
Bupati Pelalawan, HM Haris 

PANGKALAN KERINCI,TRIBUN - Bupati Pelalawan, Provinsi Riau, HM Harris kembali mewanti-wanti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) serta Bagian Pelayanan Barang dan Jasa (BPBJ).

Peringatan yang disampaikan Bupati Harris terkait proyek gagal lelang agar tidak terjadi lagi pada tahun 2020.

Seperti yang terjadi pada tahun 2019, banyak program pembangunan yang gagal ditenderkan. Padahal program itu merupakan proyek strategis dalam membangunan daerah serta telah lama diidamkan oleh masyarakat.

"Tahun depan saya ingatkan jangan sampai terulang lagi proyek gagal lelang tahun depan seperti tahun ini. Ini perlu saya tegaskan lagi kepada semua OPD dan ULP (BPBJ)," terang Bupati Harris, Rabu (27/11/2019).

Dijelaskannya, proyek yang batal dilaksanakan menghambat laju pembangunan yang diterapkan pemda. Kemudian masyarakat yang seharusnya bisa menikmati kue pembangunan terpaksa tertunda hingga program tersebut bisa dijalankan sesuai aturan yang berlaku.

Bupati Pelalawan dua periode ini merincikan, seluruh pejabat OPD agar menyusun rencana program dan dokumen lelang proyek sejak awal tahun anggaran pada Januari.

Selanjutnya, pada Maret berkas lelang sudang bisa dikirimkan ke BPBJ Setdakab Pelalawan, untuk dilakukan verifikasi berkas dan kelengkapannya.

"Jadi lelang bisa di mulai pada April. Tidak lagi pada pertengahan tahun atau menjelang tahun angaran berakhir," tegas Harris.

Harris juga akan membuat terobosan di tubuh BPBJ yang selama ini juga dinilai kurang maksimal bekerja.

Jika Kelompok Kerja (Pokja) yang menangani tender proyek hanya dua, kedepan akan ditambah lagi menjadi tiga atau empat. Sebab dua pokja yang melayani ratusan paket proyek tidak representatif dan lamban.

Apabila ditambah akan mempercepat kinerja dan proses pelelangan yang biasanya makan waktu yang cukup panjang dan tidak sebentar.

"Khususnya proyek-proyek fisik dengan anggaran besar dan membutuhkan waktu lama, harus diprioritaskan. Agar tidak ada kendala lagi," pungkas Harris. (Tribunpekanbaru.com/johannes tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved