Inhil Ingin Operasikan Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri Mulai Tahun Depan

Kabupaten Inhil berencana menggunakan mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM), untuk memudahkan warga mencetak dokumen kependudukan.

Inhil Ingin Operasikan Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri Mulai Tahun Depan
tribun pekanbaru
Mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) mulai diperkenalkan oleh Kemendagri untuk memudahkan urusan administrasi kependudukan masyarakat. Kabupaten Inhil berharap tahun 2020 nanti sudah memiliki mesin ini.

tribunpekanbaru.com - Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), menargetkan memiliki mesin Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) pada tahun 2020 mendatang.

Terobosan terbaru dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) ini, sudah mulai diperkenalkan melalui Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Ditjen Dukcapil), pada Rapat Koordinasi Nasional (Rakoornas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil II tahun 2019, di Hotel Discovery Ancol, Jakarta, 25-27 November 2019.

Dalam kesempatan tersebut, NIK e-KTP Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian langsung yang menjadi simulasi.

Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Inhil, Ahmad Ramani, mengaku sangat mendukung setelah melihat inovasi terbaru dari program ini, sehingga tidak menutup kemungkinan Kabupaten Inhil akan memiliki mesin tersebut pada tahun 2020.

“Untuk membantu percepatan pencetakan administrasi kependudukan masyarakat, inovasi ini sangat luar biasa, bisa dicetak data kependudukan dengan seketika. Semoga kita juga punya, jadi jika masyarakat ada keperluan data kependudukan tinggal mencetak sendiri di mesin ADM,” ujar Ahmad Ramani kepada Tribun, Kamis (28/11).

Selain Kabupaten Inhil, menurut Ahmad Ramani, mesin yang bisa mencetak administrasi kependudukan antara lain Kartu Keluarga (KK), e-KTP, dan Akta Kelahiran ini, sudah diminati oleh beberapa daerah.

“Berdasarkan informasi yang didapatkan, harga mesin ADM ini bervariasi, tergantung merek yang dipesan. Ada yang berkisar Rp175 juta, Rp185 juta, dan paling tinggi Rp200 juta,” beber Ahmad Ramani.

Mantan Camat Keritang ini berharap agar Kabupaten Inhil bisa segera membeli dan memiliki mesin ADM ini sesuai dengan kemampuan daerah, karena mesin tersebut bisa dibeli dari anggaran daerah masing-masing.

“Kita berharap mesin (ADM) ini ada di Inhil. Berkenaan dengan harga bisa disesuaikan, intinya tidak lelang dan kita bisa memiliki mesin tersebut dari anggaran daerah,” tuturnya. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved