Menengok Geliat Pasar Modal di Riau: Generasi Millenial Jadi Andalan, Perusahaan Lokal Pun Melantai

Dari data BEI Perwakilan Riau mencatat jumlah investor saham mengalami kenaikan sebesar 17,8 persen.

Menengok Geliat Pasar Modal di Riau: Generasi Millenial Jadi Andalan, Perusahaan Lokal Pun Melantai
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Staf di Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Riau di Pekanbaru tengah menganalisa pergerakan harga saham, Rabu (5/9/2018). (TRIBUNPEKANBARU/THEO RIZKY). 

“The best investment you can make, is an investment in yourself.  The more you learn, the more you’ll earn,” Warren Buffet, Interview with Aaron Task, finance.yahoo.com. April 8, 2013.

TRIBUNPEKANBARU.COM - Minat investasi di pasar modal terus menggeliat di Indonesia. Provinsi Riau salah satunya. Bumi Lancang Kuning ini bahkan menduduki peringkat 9 di Indonesia untuk pertumbuhan jumlah investor terbesar.

Dari data yang dihimpun tribunpekanbaru.com, total investor pasar modal di Riau mencapai angka 17 ribu investor.  Sementara itu, sepanjang Januari sampai Juli 2019, PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Riau mencatat jumlah investor saham mengalami kenaikan sebesar 17,8 persen.

"Jumlah investor baru menurut data  kita sudah mencapai 2.647 investor sampai akhir Juli lalu. Ini artinya ada kenaikan jumlah investor baru," kata Kepala BEI Riau Emon Sulaeman melalui siaran persnya September 2019 silam.

Menariknya, dari angka 17 ribu tadi, sebanyak 6.429 orang merupakan investor berusia muda dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun sampai Oktober 2019 silam.

BEI Riau memang gencar melaksanakan berbagai kegiatan edukasi dan literasi pasar saham di kalangan anak muda. Mahasiswa menjadi wadahnya. Bahkan, sepanjang 2019 ini BEI Riau  merencanakan sebanyak 240 aktivitas edukasi.

Sekolah Pasar Modal (SPM) merupakan satu di antara kegiatan edukasi rutin yang digelar BEI Riau di akhir pekan. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, baik itu awam, karyawan hingga mahasiswa dari berbagai kampus di Riau mengikuti kegiatan yang dilaksanakan di kantor BEI Riau, Jalan Jenderal Sudirman ini.

"Bahkan SPM itu bisa dua kali seminggu, Sabtu biasanya udah pasti ada SPM, sedangkan hari minggu kadang-kadang ada aja investor club yang datang dan sebagainya," jelasnya.

Emon mengaku, aktivitas edukasi guna menjaring investor-investor baru di tahun 2019 ini mencapai dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Bahkan tak sedikit kerjasama telah dilakukan bersama kampus-kampus di Provinsi Riau untuk menggali potensi investor muda.

"Potensi investor muda ini kita gak bisa memandang sebelah mata, karena mereka merupakan cikal bakal investor yang besar. Artinya, saat inilah mereka memulai, balajar banyak dan memahami pasar modal, sehingga saat mereka punya pendapatan yang lebih besar, mereka semakin lihai dan ahli," papar Dia.

Salah satu kegiatan yang rutin digelar setiap tahunnya ialah Investifal yang sekaligus menyemarakkan bulan inklusi keuangan. Berlangsung di Hotel Mona Pekanbaru Oktober lalu, kegiatan kali ini mengusung tema Millenial Cinta Investasi (MICIN).

Kegiatan ini diikuti 600 peserta yang berasal dari berbagai kampus se Riau, seperti Universitas Pasir Pangaraian (UPP) Rokan Hulu.

"Semoga dengan acara ini banyak millenial yang akan tertarik dan sadar dengan investasi jangka panjang. Karena semua orang memiliki kesempatan yang sama untuk berinvestasi dan menikmati hasil investasi," kata Emon.

Selain menggelar kegiatan, pihaknya juga rutin mengunjungi kampus-kampus di daerah. Dengan harapan pengetahuan pasar saham bisa sampai hingga ke pelosok negeri lewat mahasiswa.

Mulai dari kampus Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Riau (Unri), STIE Bengkalis, STIE Bangkinang hingga Politeknik Kampar sudah dijajaki BEI Riau.

Tidak hanya itu, BEI juga turut membantu mendirikan galeri investasi di kampus tersebut untuk kemudian menjadi wadah mahasiswa berkumpul dan berdiskusi.

Bahkan, untuk membantu calon investor membuka akun di pasar saham, BEI Riau mematok nilai minimal hanya sebesar Rp 100 ribu saja.

Anggota Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Muhammadiyah Riau sedang berkumpul sambil bermain perlombaan Stocklab atau game Simulasi Pasar modal,
Anggota Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Muhammadiyah Riau sedang berkumpul sambil bermain perlombaan Stocklab atau game Simulasi Pasar modal, (istimewa)

Sementara itu, Tutut, Ketua Kelompok Studi Pasar Modal (KSPM) Universitas Muhammadiyah Riau antusias menceritakan aktivitas di forum ini.  Dibentuk 2017 silam, kelompok ini beranggotakan sekitar 70 mahasiswa.

Dia mengaku setiap tahun minat anggota maupun calon anggota terus meningkat. Hal ini tak lepas dari berbagai kegiatan yang dilakukan pihaknya.

“Banyak program kerja yang kami sudah lakukan, salah satunya memberikan edukasi ke siswa SMA/SMK terkait investasi. Ada Juga sekolah pasar modal untuk mahasiswa untuk memperdalam pengetahuan tentang investasi. Seperti perlombaan Stocklab (game Simulasi Pasar modal). Di Kampus kami memberikan pelayanan kepada mahasiswa yang tertarik pasar modal dan memberikan pengarahan seadanya sesuai pengetahuan kami,”katanya kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (15/11/2019).

Tidak hanya itu, kata Tutut melanjutkan pihaknya juga terbantu dengan berbagai bantuan yang diberikan BEI Riau, semacam memberikan edukasi dan ikut menjadi pemateri pada acara KSPM UMRI.

Terkait motivasi, mahasiswi Akutansi UMRI ini mengaku ingin memperdalam pengetahuannya soal investasi.

“Selain itu, saya dulu pengen belajar lebih dalam tentang pasar modal, karna di semester akhir ada mata kuliah wajib mengenai manajemen investasi. Dan juga saya fikir karna tertarik menjadi investor dan sekedar berorganisasi karena yang tergabung di KSPM ini kan berasal dari berbagai program studi,”paparnya.

Mal Pekanbaru Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru
Mal Pekanbaru Jalan Jenderal Sudirman Pekanbaru (TribunPekanbaru/MelvinasPriananda)

Mal Pekanbaru Melantai di Pasar Modal

Perusahaan yang bergerak dibidang real estate, PT. Bima Sakti Pertiwi Tbk  (PAMG) resmi go public pada Juni 2019 silam.

Perusahaan yang mengelola Mal dengan trade mark Mal Pekanbaru ini melakukan Penawaran Umum Saham Perdana (Initial Public Offering/IPO) sebanyak-banyaknya 625 juta saham baru kepada publik, dengan total target nilai penawaran saham minimum sebesar Rp 63 miliar. Bertindak selaku Penjamin Pelaksana Emisi Efek untuk IPO ini adalah PT. Danatama Makmur.

”Jumlah 625 juta lembar saham biasa tersebut setara dengan 20% dari total saham biasa ditempatkan dan disetor penuh Perseroan. Perseroan akan menggunakan sebagian besar dana hasil IPO untuk belanja modal (capital expenditure) berupa pembelian lahan, penambahan dan perbaikan fasilitas gedung guna meningkatkan pelayanan dan experience yang lebih baik bagi tenant maupun pengunjung mall. Sedangkan sisanya akan digunakan untuk modal kerja (working capital). Perseroan mengharapkan dengan adanya penambahan dan perbaikan fasilitas gedung dapat meningkatkan pertumbuhan pengunjung mall yang rata-rata ditahun 2018 sebanyak 9 juta pengunjung. Hal ini diharapkan akan meningkatkan occupancy rate dari mall yang dikelola Perseroan”, kata Leonardus Sutarman selaku Direktur Perseroan.

Menanggapi hal tersebut, Kepala BEI Riau Emon Sulaeman mengapresiasi langkah perusahaan itu karena selaras dengan pertumbuhan investor pasar saham di Riau yang terus meningkat.

“Dengan pasar atau investor di Riau yang telah mencapai 17 ribu, tentu ini menjadi market bagi PT Bima Sakti Pertiwi. Ini adalah market yang sudah sangat matang, ada 17 ribu investor, ini kesempatan bagi BSP untuk menjual sahamnya di daerahnya sendiri,”kata Dia.

Emon menerangkan bagi masyarakat Pekanbaru yang tertarik membeli saham BSP, pastinya itu bukan langkah yang salah. Sebab, kata Emon merinci, sebagai investor yang membeli saham perusahaan yang berpusat di daerahnya sendiri, tentu mereka lebih tau secara pasti bagaimana dengan tumbuh kembang perusahaan tersebut.

"Dengan kata lain, kalau kita membeli barang, tentu harus tahu seperti apa barangnya, supaya lebih nyaman. Begitu juga saat membeli saham, masyarakat Riau sudah tahu BSP atau Mal Pekanbaru, tentu bukan pilihan yang salah jika mereka ikut serta membeli saham BSP," tutup Dia.

Corporate Secretary PT. Bima Sakti Pertiwi Tbk, Riza Budi ketika dihubungi tribunpekanbaru.com, Senin (18/11/2019) menyebut Mal Pekanbaru memang sedang berbenah meningkatkan layanan bagi pengunjung.

Berbagai pembangunan sedang digesa pada tahun ini. Semacam penambahan lahan parkir hingga perluasan gedung dengan penambahan fasilitas hiburan lainnya seperti Bioskop.

“Tujuan go public untuk ekspansi usaha. Selain itu juga kita menginginkan share holder value,” sambung Dia.

Riza menyatakan pendapatan usaha Perseroan pada tahun 2018 adalah sebesar Rp 75,2 miliar yang terdiri dari segmen penyewaan ruang usaha sebesar Rp 34,6 miliar dan segmen pengelolaan gedung sebesar Rp 40,6 miliar.

Sedangkan laba usaha serta laba bersih Perseroan berturut- turut adalah sebesar Rp 342 miliar dan Rp 319 miliar.

“Kontribusi terbesar dari laba usaha dan laba bersih terutama dikarenakan penghasilan dari perubahan nilai wajar property investasi,” singkat Dia.

 

Penulis: Firmauli Sihaloho
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved