Bengkalis

NEWS VIDEO: Kasus Korupsi Bansos Bengkalis 2012 Senilai Rp 32 Miliar Segera Disidangkan

Polda Riau sebelumnya kembali menetapkan dua mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis tahun 2009-2014, sebagai tersangka korupsi

TRIBUNBENGKALIS.COM, BENGKALIS - Kasus tindak Pidana Korupsi bantuan sosial atau dana hibah kabupaten Bengkalis 2012 kembali menyeret tersangka baru.

Kali ini tersangka baru yang terseret mantan anggota DPRD Bengkalis tahun 2009 - 2014 atas nama Yudi Veryantoro.

Berkas perkara atas nama Yudi ini dilimpahkan pihak Polda Riau ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bengkalis di Pekanbaru, Kamis (28/11) siang tadi.

Usai pelimpahan JPU langsung melakukan penahanan terhadap tersangka.

"Tadi kita terima berkas perkaranya pelimpahan tahap II di Pekanbaru. Kemudian tersangka langsung ditahan di Rutan Sialang Bungkuk," ungkap Agung Irawan Kasi Pidana Khusus Kejari Bengkalis.

Menurut Agung, Yudi diduga turut melakukan tindak pidana korupsi berupa turut serta merugikan keuangan negara, penyalahgunaan wewenang kegiatan belanja hibah di lingkungan Setda Bengkalis bersumber pada APBD 2012 silam. Atas perbuatannya ini Yudi dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 Junto Pasal 3 Junto Pasal 18 Undang Undang RI Nomor 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dalam Undang Undang Nomor 20 tahun 2001 tentang Tipikor junto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana.

"Kita sedang siapkan dakwaannya, setelah siap akan langsung dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Pekanbaru. Masih ada waktu 20 hari kedepan untuk siapkan dakwaan," singkatnya.

Untuk diketahui, Kepolisian Daerah (Polda) Riau sebelumnya kembali menetapkan dua mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bengkalis tahun 2009-2014, sebagai tersangka atas dugaan korupsi penyimpangan dana hibah bansos Kabupaten Bengkalis tahun 2012 silam. Perkara dugaan korupsi dana Bansos 2012 silam tersebut terungkap, setelah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Riau melakukan penyelidikan.

Pada perkara ini ditemukan kerugian negara sekitar sebesar Rp 31.357.740.000 dari ribuan proposal dana hibah mencapai Rp272 miliar ini. Dalam perkara ini, sudah delapan orang telah dinyatakan bersalah oleh Pengadilan Tipikor dan kini telah menjalani hukuman, diantaranya mantan Ketua DPRD Bengkalis, Jamal Abdillah, mantan anggota DPRD Bengkalis periode 2009-2014, yakni Purboyo, Rismayeni dan Muhammad Tarmizi.

Sedangkan dari pihak eksekutif, terdapat mantan Bupati Bengkalis, Herliyan Saleh, dan Azrafiani Aziz Rauf selaku Kabag Keuangan Pemkab Bengkalis. Terakhir, Ketua DPRD Bengkalis periode 2014-2019, Heru Wahyudi.

Angka tersebut berdasarkan laporan hasil audit yang dilakukan BPKP Riau, yang disebutkan kalau ada penerbitan surat perintah pencairan dana (SPPD) dan direalisasikan pencairan dana sebesar Rp83.595.500.000. Dari realiasi pencairan dana hibah tersebut yang diterima oleh kelompok masyarakat, yakni sejumlah Rp52.237.760.000.

Sisanya, diduga telah menguntungkan diri Jamal Abdillah dan beberapa oknum anggota DPRD Bengkalis lainnya, orang lain yaitu calo dan pengurus kelompok masyarakat, yakni sejumlah Rp 31.357.740.000.(tribunpekanbaru.com/Muhammad Natsir)

Penulis: Muhammad Natsir
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved