Breaking News:

Ibu dan Anak Tenggelam di Sungai Tamiang, Aceh, Pencarian Terkendala Arus Deras

Ibu dan anak ini awalnya hendak mengantar makan siang suaminya yang bekerja di kebun sawit dengan menggunakan perahu. Namun mereka tak pernah sampai.

Penulis: rinaldi | Editor: rinaldi
serambi indonesia
Dua perahu karet dikerahkan untuk mencari Adelia (9), yang hilang di Sungai Tamiang, Jumat (29/11). Pencarian terkendala arus sungai yang deras. 

tribunpekanbaru.com - Satgas SAR Aceh Tamiang hingga Jumat (29/11) sore masih terus mencari keberadaan Adelia (9), yang tenggelam di Sungai Tamiang. Adelia sebelumnya dilaporkan hilang setelah perahu yang ia tumpangi bersama ibunya, Rosmawati (37), karam di Sungai Tamiang, Kamis (28/11) lalu.

Mirisnya, musibah yang dialami ibu dan anak ini baru diketahui pada malam harinya, setelah suami korban pulang dari bekerja di perkebunan kelapa sawit. Rosmawati sendiri sudah ditemukan tim SAR dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (29/11) pagi.

"Korban langsung kita evakuasi ke rumahnya," kata Ketua Satgas SAR Aceh Tamiang, Khairul, Jumat (29/11) sore.

Khairul menjelaskan, operasi pencarian Adelia terus dilakukan, dengan mengerahkan dua perahu karet dan memperluas area pencarian. Menurutnya, banyak kendala yang dihadapi regu penolong dalam menjalankan misi ini. Di antaranya arus sungai yang masih sangat deras.

"Saat siang hari juga sempat gerimis, di hulu masih hujan sepertinya, sehingga arus sungai sangat deras," kata Khairul.

Kondisi air ini disebut Khairul menyulitkan anggota SAR yang melakukan penyelaman. "Kita tunggu air tenang, kalau memungkinkan, pencarian akan dilakukan dengan menyelam," jelasnya.

Sebelumnya, tim SAR menemukan satu jenazah di Sungai Tamiang yang diyakini Rosmawati (37), pada Jumat (29/11) pagi. Rosmawati sebelumnya dinyatakan hilang bersama putrinya, Adelia (9), saat mengantar makan siang suaminya pada Kamis (28/11) lalu.

Ibu dan anak ini berangkat dari rumah mereka di Dusun Sukamaju, Kampung Pangidam, Bandarpusaka, ke perkebun sawit tempat suaminya bekerja menggunakan transportasi perahu. Naas, dalam perjalanan perahu ini diduga terbalik dihantam arus sungai yang deras.

Khairul menjelaskan, jasad korban ditemukan tidak jauh dari posisi perahu yang terbalik. Sedangkan korban Adelia (9) yang juga diduga tenggelam bersama ibunya, hingga kemarin sore belum ditemukan.

Peristiwa ini baru diketahui pada Kamis malam. "Jam delapan malam tetangga menelepon suaminya di kebun menanyakan keberadaan korban. Ternyata istri dan anaknya itu tidak sampai ke kebun pada siang itu," kata Khairul.

Sebelumnya, tim SAR juga menemukan benda-benda diduga milik korban, yakni sepasang sendal orang dewasa yang diduga milik Rosmawati, dan sebelah sendal anak-anak yang diduga milik Adelia. Sendal tersebut ditemukan mengapung tak jauh dari perahu mereka yang terbalik akibat dihantam arus deras Sungai Tamiang. (rin/serambi)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved