Berita Riau

Tubuh AZ Membiru Digigit Ular Berbisa Saat Bermain, Nyawa Bocah Lima Tahun Tak Bisa Diselamatkan

Diduga anak berusia lima tahun di Pangkalan Kerinci, Pelalawan, Riau bermain-main di sekitar rumahnya dan dipatuk ular berbisa.

Tubuh AZ Membiru Digigit Ular Berbisa Saat Bermain, Nyawa Bocah Lima Tahun Tak Bisa Diselamatkan
Istimewa via Flickr.com
Ilustrasi ular kobra 


TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Bocah berusia lima tahun berinisial AZR harus meregang nyawa karena digigit ular berbisa pada Rabu (27/11/2019) siang.

Orangtuanya tinggal di Kelurahan Kerinci Timur Gang 2000 Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Diduga anak tersebut bermain-main di sekitar rumahnya dan dipatuk ular berbisa.

Sang bocah itu tidak langsung dibawa berobat dengan cepat. Beberapa lama barulah diboyong ke Puskesmas Pangkalan Kerinci, kemudian di rujuk ke RS Amelia Medika.

Dari RS Amelia dirujuk lagi ke RSUD Selasih. Tim medis berupaya memberikan pertolongan dengan menyuntikkan Anti Bisa Ular (ABU), namun tubuh bocah laki-laki itu tidak bereaksi lagi.

"Waktu sampai di sini, pasien sudah kritis. Tubuh anak itu sudah membiru semuanya," terang Kepala Bidang Keperawatan RSUD Selasih Pangkalan Kerinci, Ramdani Kamal.

Menurut Ramdani, ABU yang diijeksikan ternyata tidak berarti banyak lagi dan diperkirakan sudah terlambat. Racun sudah menyebar ke seluruh tubuhnya.

"Kemungkinan besar ularnya kobra atau king kobra. Tapi itu prediksi saja. Pihak keluarga ang lebih tahu," tambah pria yang akrab disapa Dani ini.

Dani tidak menampik adanya kelalain dari pihak keluarga dalam menangani insiden gigitan ular terhadap anaknya. Apalagi di RS Amelia Medika juga tidak menyediakan ABU, hal itu membuat racun semakin merembet ke sekujur tubuhnya. Hingga akhir bocah tersebut menghembuskan nafas terakhirnya. (Tribunpekanbaru.com/johannes wowor tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved