Menggiatkan Literasi Rokok Elektrik di Indonesia, APVI Gelar Sumatera Vape Awareness di Pekanbaru

Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) menggelar diskusi dan seminar di Prime Park Hotel Pekanbaru, Jumat (29/11/2019).

Menggiatkan Literasi Rokok Elektrik di Indonesia, APVI Gelar Sumatera Vape Awareness di Pekanbaru
tribunpekanbaru.com/firmaulisihaloho
Vapers berpose didepan hasil rontgen thorax pada acara Sumatera Vape Awareness di Prime Park Hotel Pekanbaru, Jumat (30/11/2019). 

Menggiatkan Literasi Rokok Elektrik di Indonesia, APVI Gelar Sumatera Vape Awareness di Pekanbaru

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) menggelar diskusi dan seminar di Prime Park Hotel Pekanbaru, Jumat (29/11/2019).

Bertajuk Sumatera Vape Awareness, acara yang dihadiri puluhan vapers (sebutan pengguna rokok elektrik) di Pekanbaru ini membicarakan regulasi dan kondisi kekinian atas penggunaan vape di Indonesia.

Kepada awak media Ketua Divisi Produksi APVI, Eko HC menyayangkan pernyataan BPOM yang melarang pemasaran vape tanpa ada dialog dan kajian ilmiah.

"Padahal, industri Vape di Indonesia itu menjanjikan. Sebagai contoh, vape sudah menyumbangkan pemasukan bagi negara sebesar Rp 700 miliar," terangnya.

Adapun angka itu berasal dari cukai dengan besaran tarif 57 persen. Dengan demikian, secara tidak langsung, industri vape juga membawa semangat membangun negeri.

Eko menuturkan liquid lokal Indonesia sejauh ini juga cukup diminati oleh vapers mancanegara.

Kakek Asal Jambi Ini Terpaksa Ngemis di Jakarta Untuk Beli Mobil & Bangun Rumah Mewah di Kampungnya

KKB OPM Pimpinan Egianus Kogoya Kembali Berulah, Sosok Egianus Sama Beringasnya Dengan Ayahnya

"Jumlah vapers di dunia itu sekitar 55 juta jiwa. Jika kita bisa memenuhi permintaan liquid sebesar 10 persen saja, tentu angkanya begitu menjanjikan," terangnya.

Sementara itu, Ketua Penasehat APVI, Dimasz Jeremia menyoroti minimnya kajian bersifat ilmiah yang dilakukan pemerintah terhadap industri vape ini.

Seharusnya, kata Dimasz melanjutkan lembaga terkait memberikan pemahaman yang tuntas sebelum mengeluarkan aturan pelarangan vape yang akhir-akhir ini menjadi perbincangan.

"Selain kajian tadi, kami juga siap diminta mengikuti serangkaian tes kesehatan. Sebab, selama ini kami sudah melakukan rontgen throax dan hasilnya sejauh ini baik-baik saja," paparnya.

Rumah dan Ruko Anggota DPRD Bengkalis Digeledah KPK, Ruby Handoko: Biasalah, Terkait Proyek

POLISI Gerebek Home Industri Narkoba di Pekanbaru, Sita Pil Ekstasi dan Happy Five 818 Butir

APVI yang memiliki sekitar 1,2 ribu anggota yang tersebar di 20 Provinsi ini memang sedang gencar memberikan informasi atas penggunaan vape.

Melalui gerakan ini, APVI berharap bisa memberikan literasi yang utuh kepada masyarakat hingga ke daerah-daerah.

"Selain itu, lewat roadshow ke daerah-daerah ini, kami juga ingin mendorong pemerintah agar segera melakukan kajian dan riset. Kami sebagai pengguna, siap menjadi mitra untuk mewujudkan hal itu," tandas Dimasz.

Editor: Firmauli Sihaloho
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved