OJK Terus Awasi dan Pantau Investasi Bodong di Riau

OJK Provinsi Riau menyatakan terus memantau dan mengawasi investasi Kampung Kurma yang dikabarkan ada di Kabupaten Pelalawan dan Kampar

OJK Terus Awasi dan Pantau Investasi Bodong di Riau
Tribunpekanbaru.com/Alex
Kepala Sub Bagian Investasi Perlindungan Konsumen OJK Riau Erwin Setiadi paparkan materi dalam kegiatan Media Gathering di Hotel Premiere Pekanbaru, Jumat (29/11). 

OJK Terus Awasi dan Pantau Investasi Bodong di Riau

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Riau menyatakan terus memantau dan mengawasi investasi Kampung Kurma yang dikabarkan ada di Kabupaten Pelalawan dan Kampar, yang sempat heboh di sejumlah daerah Pulau Jawa karena diketahui merupakan investasi bodong.

Kepala Sub Bagian Investasi Perlindungan Konsumen OJK Riau Erwin Setiadi mengatakan, pihaknya mengantisipasi agar hal tersebut tidak sampai terjadi di Riau. Walau belum mendapati adanya kejadian yang sama, namun hal tersebut harus diwanti-wanti dari dini, agar di Riau hal itu tidak terjadi.

"Kami terus pantau dan awasi. Sejauh ini memang kami belum ada terima laporan dari masyarakat terkait aktivitas dan penawaran investasi Kampung Kurma tersebut di Riau," kata Erwin dalam kegiatan Media Gathering yang dilaksanakan di Premiere Hotel Pekanbaru, Jumat (29/11).

Mayat Lelaki Ditemukan Dalam Kamar Kos di Pekanbaru, Ada Darah Berserakan di Lantai

Murid Mengaku Dapat Seks Oral dari Guru Perempuannya, Orangtua Temukan Bukti dari Surat yang Dikirim

Kronologi Siswa SMA Bunuh Pacarnya yang Janda, Tak Disangka Ternyata sedang Hamil Anaknya

Dikatakan Erwin, walau investasi Kampung Kurma yang ada di Jonggol Jawa Barat telah dinyatakan ilegal dan ditutup oleh Satgas Waspada Investasi, namun keberadaannya tidak tertutup kemungkinan ada di Riau, juga bisa dengan menggunakan nama lain nantinya, karena itu pihaknya terua memantau.

Pihak OJK dikatakannya belum bisa memastikan kalau investasi Kampung Kurma yang ada di wilayah Riau memiliki hubungan dengan Kampung Kurma di Jonggol, Jawa Barat yang sudah ditetapkan OJK sebagai investasi ilegal.

"Dari Satgas Waspada Investasi OJK sudah mengimbau masyarakat untuk waspada dengan penawaran investasi Kampung Kurma di Jonggol karena tidak berizin dari pihak berwenang, kita tentu tidak ingin hal yang sama juga terjadi di Riau. Karen itu, kami minta untuk lebih waspada dan hati-hati," ulasnya.

Sebagaimana diketahui, sebelumnya Satgas Waspada Investasi telah menyatakan Investasi perkebunan Kampung Kurma di Jonggol Jawa Barat sebagai investasi bodong tak berizin atau ilegal pada 28 April 2019 lalu.

Adapun skema bisnis Kampung Kurma tersebut adalah menawarkan investasi unit lahan pohon kurma dengan skema satu lahan seluas 400m2 - 500m2 ditanami lima pohon kurma dan akan menghasilkan Rp 175 juta per tahun. Selanjutnya, pohon kurma mulai berbuah pada usia 4 - 10 tahun dan akan terus berbuah hingga usia pohon 90-100 tahun.

Modus seperti itu tidak rasional karena menjanjikan imbal hasil tinggi dalam jangka waktu singkat, tidak ada transparansi terkait penggunaan dana yang ditanamkan, dan tidak ada jaminan pohon kurma yang ditanam tersebut benar tumbuh atau tidak ditebang oleh orang lain.

Dijajakan Pacar ke Lelaki Hidung Belang, Ternyata Pelaku Sudah Lakukan Ini pada Kekasihnya

VIDEO: Live Streaming Chelsea vs West Ham United Berlangsung Pukul 22.00 WIB Malam Ini

Halaman
12
Penulis: Alex
Editor: M Iqbal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved