Pelalawan

Pekan Depan Kejari Pelalawan Riau Limpahkan Kasus Tipikor Dana Desa Sungai Solok ke Pengadilan

Kejari Pelalawan berencana melimpahkan kasus Tipikor Dana Desa Sungai Solok Kecamatan Kuala Kampar pada pekan depan.

Pekan Depan Kejari Pelalawan Riau Limpahkan Kasus Tipikor Dana Desa Sungai Solok ke Pengadilan
Istimewa
Tersangka Abdul Haris dan Nurweli dalam perkara Tipikor APBDes Desa Sungai Solok Kecamatan Kuala Kampar Kabupaten Pelalawan tahun 2017-2018. 

Pekan Depan Kejari Pelalawan Riau Limpahkan Kasus Tipikor Dana Desa Sungai Solok ke Pengadilan

TRIBUNPELALAWAN.COM, PANGKALAN KERINCI - Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan Riau berencana melimpahkan kasus Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Dana Desa (DD) Desa Sungai Solok Kecamatan Kuala Kampar pada pekan depan.

Kasus korupsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) tahun 2017-2018 menjerat mantan Kepala Desa (Kades) Sungai Solok Abdul Haris dan bekas bendahara desa Nurweli Repelita. Kedua tersangka saat ini telah mendekam di sel Rumah Tahanan Negara (Rutan) Sialang Bungkuk Kota Pekanbaru.

"Sekarang kita sedang menyusun surat dakwaan kedua tersangka. Setelah pelimpahan kita terima dari Polres Pelalawan," terang Kepala Kejari Pelalawan, Nophy Tennophero Suoth SH MH, melalui Kasi Pidusus Andre Antonius SH, kepada tribunpelalawan.com, Minggu (1/12/2019).

Andre Antonius menuturkan, berkas perkara kedua tersangka berbeda atau split berdasarkan perannya masing-masing.

Tersangka Abdul Haris sebagai pelaku utama dalam kasus rasuah ini dan tersangka Nurweli disangka turut bersama-sama.

Hal itu berdasarkan pelimpahan dari penyidik Tipikor Polres Pelalawan yang terlebih dahulu menyerahkan tersangka Abdul Harris dan kemudian berjalan satu bulan lebih melimpahkan tersangka Nurweli.

Dijelaskannya, pihaknya telah menyusun dan menunjuk tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam menyidangkan perkara ini di pengadilan.

Jika berkas dakwaan yang disusun telah lengkap berdasarka petunjuk pimpinan kejari, kasus ini akan segera dibawa ke meja hijau.

"Target kita pekan depan akan kita limpahkan ke pengadilan. Kemarin kita hanya menunggu satu tersangka lagi dari polres. Sekarang semua sudah diserahlan, jika sudah lengkap akan kita sidangkan," tandas Andre.

Seperti diketahui, perkara ini awalnya disidik Unit Tipikor Satuan Reskrim Polres Pelalawan beberapa bulan lalu.

Setelah mencium adanya indikasi korupsi dalam penggunaan APBDes Sungai Solok selama dua tahun, polisi melakukan serangkaian penyidikan dan ditingkatkan ditingkatkan penyidikan.

Penyidik menetapkan bekas Kades Abdul Haris sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan. Kemudian menyusul mantan bendara desa Nurweli ditetapkan sebagai tersangka dan dijeloskan ke sel tahanan. Dari perhitungan kerugian negara yang timbula akibat korupsi dana desa tahun 2017-2018 ini mencapai Rp 1,4 Miliar lebih. (Tribunpelalawan.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved