Penyandang Disabilitas Kesulitan Akses Pelayanan Publik di Pekanbaru

Penyandang disabilitas di Kota Pekanbaru masih kesulitan mengakses fasilitas publik. termasuk kantor-kantor pemerintahan.

Penyandang Disabilitas Kesulitan Akses Pelayanan Publik di Pekanbaru
tribun pekanbaru
Para penyandang disabilitas di Pekanbaru mengikuti serangkaian kegiatan memperingati Hari Disabilitas Internasional 2019. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Penyandang disabilitas di Kota Pekanbaru masih kesulitan mengakses fasilitas publik.

Mayoritas fasilitas layanan publik ternyata belum ramah bagi penyandang disabilitas. Satu di antaranya saat hendak akses layanan bus Trans Metro Pekanbaru (TMP). Ada halte yang cuma punya halte mobile berupa tangga.

Kondisi ini jelas menyulitkan para penyandang tuna daksa. Mereka yang punya kursi roda tidak bisa naik bus dengan undakan tangga.

"Saat ini yang belum terasa di halte bus TMP. Kami penyandang tuna daksa agak sulit untuk naik bus," ujar Ketua Pekumpulan Penyandnag Disabilitas Provinsi Riau, Tur Sulaiman kepada Tribun, Minggu (1/12/2019).

Menurutnya, satu kendala terbesar yakni saat masuki kantor pemerintahan. Ada di antaranya akses masuk tidak memungkinkan pengguna kursi roda masuk.
Ada juga undakan yang tidak punya pegangan bagi penyandang tuna daksa. Mereka pun sulit saat mengurus administri di kantor pemerintah yang bertingkat.

"Ada undakan, pegangan tidak ada. Susah akses layanan publik. Jadi akses kebutuhan layanan publik bagi mereka tidak terpenuhi," ujarnya.

Tur Sulaiman menyebut ada sejumlah fasilitas publik di Pekanbaru sudah ramah bagi para penyandnag disbilitas. Satu di antaranya adalah trotoar.

Keberadaan trotoar di ruas Jalan Jendral Sudirman. Ada bagian yang landai memudahkan pengguna kursi roda melintas di sana.

Ada juga penunjuk atau rambu arah bagi para penyandang tuna netra. Pemerintah Kota Pekanbaru secara bertahap telah menyediakan sejumlah fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas.

Gedung Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru adalah satu bangunan yang sudah ramah para difabel.

"Perlahan, secara bertahap kita siapkan fasilitas bagi penyandang difabel," papar Kepala Dinas Sosial Pekanbaru, Chairani.

Wanita berkerudung ini tidak menampik para penyandang disabilitas masih kesulitan mengakses layanan publik. Tapi satu persatu kantor layanan publik sudah berpihak kepada para penyang disabilitas.

Chairani menyebut pihak halte bus TMP sudah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru. Pemerintah juga berupaya mempermudah akses kesehatan bagi para difabel.

Akses pendidikan bagi penyandang disabilitas juga didorong lewat Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru. Bahkan ada rencana kuota khusus bagi anak difabel di sekolah umum.

"Nanti kita kerja sama, agar ada kuota anak difabel. Mereka nantinya bisa berbaur di sekolah umum, bukan hanya di SLB saja," terangnya. (*)

Penulis: Fernando
Editor: ihsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved