Penyandang Disabilitas Mainkan Musik Angklung di Halaman MPP Pekanbaru

Para penyandang disabilitas di Kota Pekanbaru berkumpul di halaman depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Minggu (1/12/2019).

Penyandang Disabilitas Mainkan Musik Angklung di Halaman MPP Pekanbaru
tribun pekanbaru
Penyandang disabilitas mengikuti lomba menggambar di Halaman MPP Pekanbaru, Minggu (1/12/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Para penyandang disabilitas di Kota Pekanbaru berkumpul di halaman depan Mal Pelayanan Publik (MPP) Pekanbaru, Minggu (1/12/2019).

Ada di antaranya unjuk kemampuan dalam memainkan alat musik angklung. Mereka adalah siswa SLB Pelita Hati yang membawakan sejumlah lagu secara instrumental.

Satu lagu yang dibawakan yakni Lancang Kuning. Alunan nada dari alat musik berbahan bambu tersebut begitu harmonis.

Para siswa memperlihatkan kemampuannya memainkan alat musik. Mereka membuktikan bahwa para penyandang disabilitas tetap bisa berkreasi dalam keterbatasan.

Walikota Pekanbaru, Firdaus MT mengatakan, ada kelebihan di balik keterbatasan penyandang disabilitas. Mereka mendapat karunia dari Allah SWT berupa potensi untuk berkreasi.

"Banyak kelebihan yang diberikan Allah, walau para penyandang disabilitas punya kekurangan," ujar walikota saat menghadiri Peringatan Hari Disabilitas Internasional 2019 di Kota Pekanbaru.

Firdaus mengajak semua pihak memberi kesempatan kepada para penyandang disabilitas. Ia menyebut bahwa para penyandang disabilitas di Kota Pekanbaru diberi kesempatan menjadi ASN melalui formasi khusus yang dibuka pemko dalam seleksi CPNS 2019.

Mereka punya kesempatan untuk berkarya sebagai abdi negara. Ia juga menyebut bahwa BUMD di Kota Pekanbaru juga siap membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas.

Firdaus juga mengajak semua pihak mendukung penyandang disabilitas. Apalagi kalangan dunia usaha siap mendukung upaya pemberdayaan para penyandang disabilitas.

"Kalangan disabilitas juga didorong untuk terlibat dalam pemberdayaan ekonomi. Mereka diajak untuk berwirausaha agar lebih mandiri," terangnya.

Walikota mengatakan, para penyandang disabilitas saat ini bisa lebib terbuka. Banyak pihak yang terlibat membantu agar penyandang disabilitas lebih mendiri.

"Kaum disabilitas juga harus bisa mendapat akses pendidikan, agar bisa mandiri dan menggali potensi diri," paparnya.

Upaya pengembangan diri penyandang disabilitas di Pekanbaru melibatkn pengurus masjid paripurna.

Mereka ikut menanamkan iman dan taqwa dengan mengajarkan ilmu agama. "Kita harapkan nanti ada yang jadi hafizh atau imam masjid,” harapnya. (*)

Penulis: Fernando
Editor: ihsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved