Riau Region

Harga TBS Sawit Riau 4-10 Desember 2019 Paling Tinggi Turun di Kelompok Umur 10-20 Tahun

Sempat naik pekan lalu, pekan ini Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Riau mengalami penurunan di semua kelompok umur.

Harga TBS Sawit Riau 4-10 Desember 2019 Paling Tinggi Turun di Kelompok Umur 10-20 Tahun
Tribunpekanbaru.com/NAS
Petani sawit 

Harga TBS Sawit Riau 4-10 Desember 2019 Paling Tinggi Turun di Kelompok Umur 10-20 Tahun

TRIBUNPEKANBARU.COM - Sempat naik pekan lalu, pekan ini Harga Tandan Buah Segar (TBS) Kelapa Sawit di Riau mengalami penurunan di semua kelompok umur.

Untuk periode 4 -10 Desember 2019 ini harga TBS Kelapa Sawit kelompok umur 10 - 20 tahun mengalami penurunan tertinggi sebesar Rp 1,85 per kilogram (Kg).

Kasi Pengolahan dan Pemasaran Perkebunan Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Riau, Tengku Neni Mega Ayu mengatakan penurunan untuk kelompok umur 10-20 tahun itu pada penetapan ke 47 bulan Desemberr 2019 ini mencapai 0,10 persen dari pekan lalu.

"Atas penurunan itu harga TBS periode saat ini menjadi Rp 1.813,27 per kilogram (Kg). Penurunan harga TBS periode ini disebabkan faktor internal dan eksternal," ujar Tengku Neni kepada Tribun, Selasa (3/12).

Untuk faktor internal penurunan tipis harga TBS periode ini lebih disebabkan oleh kenaikan biaya-biaya perusahaan seperti biaya pemasaran, biaya angkut, biaya olah dan biaya penyusutan.

"Sedangkan untuk harga jual CPO, PTPN V mengalami kenaikan sebesar Rp 40,00/Kg, Sinar Mas Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 7,29/Kg, Astra Agro Lestari Group mengalami penurunan harga sebesar Rp 109,09/Kg, Asian Agri Group mengalami kenaikan harga sebesar Rp 64,44/Kg, dan PT. Musim Mas mengalami kenaikan sebesar Rp 163,00/Kg dari harga minggu lalu," ucap Tengku Neni.

Sementara itu untuk harga jual kernel, Astra Agro Lestari Group mengalami kenaikan sebesar Rp 270,00/Kg, dan Asian Agri Group mengalami kenaikan sebesar Rp 36,00/Kg dari harga minggu lalu.

Selanjutnya dari faktor eksternal, penurunan harga TBS periode ini disinyalir karena harga CPO telah menyentuh level jenuh belinya (overbought) yang mengakibatkan koreksi harga.

"Faktor lain yang juga mempengaruhi adalah penurunan kinerja ekspor dan pergerakan menurun minyak nabati jenis lain seperti minyak kedelai," ungkap Tengku Neni. (Tribunpekanbaru.com/Rino Syahril)

Penulis: Rino Syahril
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved