Kementerian Pariwisata Dorong Pelaku Musik di Riau Daftar LMK

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI mendorong para pelaku musik di Riau agar mendaftarkan diri ke Lembaga Manajemen Kolektif (LMK).

Kementerian Pariwisata Dorong Pelaku Musik di Riau Daftar LMK
tribun pekanbaru
Kemenpar RI sosialisasikan Lembaga Manajemen Kolektif (LMK) kepada para penggiat musik di Pekanbaru. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI mendorong para pelaku musik di Riau agar mendaftarkan diri ke Lembaga Manajemen Kolektif (LMK).

LMK merupakan sebuah lembaga yang dibentuk secara mandiri untuk mengumpulkan dan mengelola royalti dari penggunaan musik oleh para pengguna musik.

Seperti restoran, cafe, bioskop, mall dan radio serta televisi. Dimana royalti ini nantinya akan dikembalikan kepada musisi yang musik atau lagunya diputar oleh pihak lain.

"Inilah yang coba kami sosialisasikan kepada para penggiat musik di Pekanbaru agar mendapatkan manfaat dari karya musik atau lagu yang mereka prorduksi," kata Deputi Fasilitasi HKI dan Regulasi Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Ari Juliano Gema di Pekanbaru, Selasa (3/12/2019).

Ari menegaskan, para penggiat musik dan pencipta lagu di Pekanbaru didorong untuk menjadi anggota LMK.

Sebab jika para penggiat musik ini tidak terdaftar di LMK, maka tidak akan mendapatkan manfaat dari royalti tersebut.

"Sesuai dengan undang-undang hak cipta seperti itu. Jadi teman-teman musisi punya karya musik atau lagi kemudian diputar dimana-mana terus menagih sendiri ke tempat-tempat yang memutar lagunya itu tidak bisa. Dia harus ditagih melalui lembaga LMK, setelah resmi menjadi anggota dan sudah mengantongi surat kuasa untuk menagih," ujarnya.

Pihaknya berharap dengan adanya sosialisasi ini para penggiat musik dan lagi di Riau bisa mendapatkan wawasan baru akan pentingnya bergabung menjadi anggota di lembaga menajemen kolektif.

"Jadi kami dorong teman-teman para penggiat musik ini untuk bisa bergabung dan menjadi anggota di LMK, supaya bisa mendapatkan royalti dari karya musik atau lagi yang diproduksinya," sebutnya.

Terdapat syarat dan ketentuan bagi para pemain musik atau pencipta lagi untuk bisa bergabung dan menjadi anggota LMK.

Ari menjelaskan, untuk bisa menjadi anggota LMK, para pelaku musik harus punya karya orisinil, sudah direkam dan dipublikasikan yang dibuktikan dengan bukti edar.

Hal penting punya karya orisinil dan sudah dipublikasikan. Sudah direkam, dan ada bukti edar itu sudah bisa menjadi anggota LMK.

“Jadi bagi para pemusik pemula yang sudah bisa membuat dan menciptakan karya musik dan lagu sendiri, itu sudah bisa segera mempersiapkan diri menjadi anggota LMK," jelasnya. (Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: ihsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved