Banjir di Riau

Banjir di Riau, Dulu Tak Pernah Banjir, Warga Keluhkan Proyek Pasar Induk Pekanbaru

Pembangunan Pasar Induk di Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru ternyata berdampak bagi lingkungan sekitarnya.

Banjir di Riau, Dulu Tak Pernah Banjir, Warga Keluhkan Proyek Pasar Induk Pekanbaru
tribun pekanbaru
Walikota Pekanbaru Firdaus MT meninjau proyek Pasar Induk di Jalan Soekarno-Hatta, Jumat (16/8/2019). 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Pembangunan Pasar Induk di Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan, Kota Pekanbaru ternyata berdampak bagi lingkungan sekitarnya.

Banjir menggenangi kawasan pemukiman di sekitar pasar saat hujan mengguyur.

Mereka berharap ada perhatian pemerintah kota dan pengembang pasar induk. Apalagi proses pembangunan pasar induk masih berjalan.

"Kita berharap ada gerak cepat, sebab kondisi di dekat lokasi pasar induk tergenang kalau hujan,” ujar Ketua RW 11 Kelurahan Sidomulyo Barat, Firdaus kepada Tribun, Rabu (4/12/2019).

Menurutnya, kondisi di kawasan itu awalnya tidak pernah banjir. Ia menyebut kawasan pemukiman di sekitar pemukiman bukan kawasan rawan banjir.

“Dulu tak pernah banjir. Tapi sejak pembangunan pasar induk ini cepat sekali tergenang air,” ulasnya.

Mereka pun berasumsi banjir ini terjadi sebagai dampak pembangunan pasar induk. Apalagi proses penimbunan di kawasan pasar induk masih berlamgsung.

Bahkan ada tembok yang membatasi kawasan pasar dengan jalan masyarakat. Padahal di sana sempat ada parit..

Sayangnya parit ini sudah ditimbun. "Banjirnya setelah ada pembangunan ini. Kondisinya sejak beberapa bulan lalu," ujarnya.

Ketua Komisi I DPRD Pekanbaru, Doni Saputra berencana mempertemukan masyarakat dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DPP) Kota Pekanbaru.

Mereka juga bakal memanggil pengelola PT Agung Rafa Bonai, pengembang pasar induk.

Apalagi masyarakat kawasan itu sempat mendatangi Kantor DPRD Kota Pekanbaru, Senin (2/12) kemarin. "Kita akan segera memanggil pihak terkait perihal keluhan masyarakat," paparnya.

Politisi PAN mengingatkan agar proses pembangunan pasar induk mempertimbangkan dampak lingkungan. Ia menyebut pembangunan pasar ini seharusnya melalui pengkajian.

"Jadi pembangunan pasar ini, mestinya ada kajian dampaknya," ujar Doni. (*)

Penulis: Fernando
Editor: ihsan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved