KONI Dekati Perusahaan untuk Cari Tambahan Anggaran Persiapan PON 2020

KONI Riau mendekati perusahaan untuk mencari tambahan dana menghadapi PON Papua tahun depan. Sudah bertemu dengan Chevron, namun belum ada jawaban.

KONI Dekati Perusahaan untuk Cari Tambahan Anggaran Persiapan PON 2020
Internet
Logo KONI

tribunpekanbaru.com - KONI Riau hingga kini terus mencari solusi untuk menambah anggaran persiapan PON 2020 di Papua. Hal ini sengaja gencar dilakukan, mengingat anggaran KONI di APBD Riau tahun 2020 hanya Rp20 miliar.

Jumlah ini bisa dipastikan tidak cukup untuk membiayai semua program dan agenda cabor yang ikut PON. Satu terobosan yang dilakukan KONI Riau adalah bertemu dengan manajemen PT Chevron.

"Pertemuan kita kemarin dimediasi SKK Migas. Kita sudah ekspos kepada manajemen Chevron tentang persiapan kita menuju PON 2020," kata Ketua KONI Riau, Emrizal Pakis, Rabu (4/12) kepada Tribun.

Lalu apa hasil pertemuannya? Emrizal menjelaskan, bahwa KONI Riau sudah memaparkan secara rinci tentang persiapan tim Riau, plus anggaran yang dibutuhkan serta anggaran yang tersedia. Anggaran yang dimaksud untuk persiapan tahun 2020, yang dimulai pada Januari mendatang.

Dari pemaparan tersebut, pihak Chevron belum memberikan jawaban apa-apa. Baik bentuk bantuan yang akan diberikan, berapa jumlahnya, dan lainnya.

"Hasil pertemuan tinggal kita tindaklanjuti saja. Mungkin dalam waktu dekat kita akan gelar pertemuan. Yang pasti di sini, KONI Riau akan terus berusaha dan berkomitmen agar atlet yang lolos PON bisa berangkat ke Papua," tuturnya.

Selain Chevron, KONI Riau juga akan berkoordinasi dengan dunia usaha lain, agar mereka mau berkontribusi pada persiapan atlet PON Riau. Karena pada PON sebelumnya, beberapa kalangan usaha di Riau turut memberi kontribusi terhadap atlet Riau.

Pada PON 2020 ini, hal sama juga akan dilakukan KONI Riau untuk bisa menutup kekurangan anggaran. Karenanya, KONI Riau minta para atlet yang sudah dinyatakan lolos PON tidak khawatir. Karena KONI Riau selaku penanggung jawab berupaya mencari solusi. Baik melalui tangan pemerintah (Pemprov) maupun dunia usaha.

"Kalau hasil pertemuan kita dengan Pemprov Riau dan DPRD Riau, kekurangan anggaran sekarang akan dianggarkan lagi di APBD Perubahan 2020. Solusi lainnya, lewat dunia usaha dengan pola bapak angkat cabor atau lainnya," terang Emrizal. (saf)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved