Berita Riau

Kecil Kemungkinan Bertahan Hidup, Tim Gabungan Masih Cari 2 Korban Longsor di Rohul Riau

Dijelaskan Basarnas, jika korban tertimbun longsoran tersebut sejauh ini dipastikan hanya dua orang saja.

Kecil Kemungkinan Bertahan Hidup, Tim Gabungan Masih Cari 2 Korban Longsor di Rohul Riau
Ist
Tim Sar Gabungan melakukan proses pencarian di lokasi tanah longsor di Desa Koto Ruang. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, PASIRPANGARAIAN - Upaya pencarian dua orang warga Desa Koto Ruang, Kecamatan Rokan IV Koto, Kabupaten Rohul, Riau yang diduga tertimbun akibat longsor terus dilakukan.

Dari informasi yang dihimpun pada Kamis (5/12/2019), proses pencarian oleh Tim SAR Gabungan terus berlanjut sejak pagi hari.

Humas Basarnas Pekanbaru Kukuh Widodo mengatakan, kondisi lapangan yang berupa lumpur akibat longsoran beserta batang kayu dan material lainnya yang turut dalam longsoran membuat proses pencarian kian menantang.

"Kalau dalamnya longsoran kita perkirakan ada pada kedalaman 1,5-2 meter. Dalam hal ini, korban sudah dipastikan sudah meninggal dan kecil sekali kemungkinan bertahan hidupnya," kata Kukuh.

Dia menerangkan, proses pencarian terus dilakukan dalam kondisi tersebut oleh Tim SAR gabungan atas keyakinan bahwa jasad korban masih ada di antara puing-puing longsoran.

Dijelaskan juga olehnya, jika korban tertimbun longsoran tersebut sejauh ini dipastikan hanya dua orang saja.

Hal ini dihimpun berdasarkan keterangan pihak kepolisian dan warga setempat serta keluarga yang menjadi saksi.

"Bisa dipastikan, sejauh ini korban tanah longsor hanya dua orang dan proses pencarian di lapangan masih terus dilakukan bersama dengan warga sekitar dan keluarga korban," ujar Kukuh.

Hari Kedua Penyisiran Balita Hanyut Dalam Radius 25 Km

Tim Sar Gabungan melakukan upaya pencarian dan penyisiran di sepanjang Sungai Rokan.
Tim Sar Gabungan melakukan upaya pencarian dan penyisiran di sepanjang Sungai Rokan. (Istimewa)

Proses pencarian balita hanyut di Sungai Rokan Kecamatan Rokan IV Koto terus berlanjut.
Pada hari kedua, Tim SAR gabungan melakukan penyisiran sejak pagi hari hingga radius 25 kilometer.

"Kami melakukan pencarian dan penyisiran dalam radius 25 km. Dilakukan secara acak di tempat-tempat yang kita duga menjadi kemungkinan jasadnya tersangkut," katanya.

Dilanjutkannya, kondisi arus sungai yang cukup deras menyulitkan kinerja pencarian oleh tim. Tak hanya kencangnya arus pada permukaan air, tapi juga arus bawah air juga tergolong deras.

Ditambah dengan lebar permukaan sungai juga cukup menyulitkan kinerja tim dalam melakukan proses pencarian dan penyisiran. Walau demikian, Kukuh meyakinkan, jika Tim Sar Gabungan tetap semangat dan belum putus asa dalam melakukan pencarian.
"Sejauh ini tim masih tetap berada di lapangan bersama dengan stakeholder lainnya. Kami terus melakukan upaya pencarian dan penyisiran hingga ke lokasi-lokasi yang kita perkirakan," urainya. (Tribunpekanbaru.com/syahrul ramadhan)

Penulis: Syahrul
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved