Remaja Putri 14 Tahun di Dumai Jadi Korban Kekerasan dan Pelecehan Ayah Tiri Sejak Usia 8 Tahun

Seorang remaja putri berusia 14 tahun di Dumai, kabur dari rumah karena tak tahan dengan kekerasan ayah tiri. Warga kemudian melapor ke polisi.

Remaja Putri 14 Tahun di Dumai Jadi Korban Kekerasan dan Pelecehan Ayah Tiri Sejak Usia 8 Tahun
istimewa
ES, ayah tiri yang diduga melakukan penyiksaan dan pelecehan terhadap putri tirinya yang berusia 14 tahun. Kekeresan itu diduga sudah terjadi sejak korban berusia 8 tahun. 

tribunpekanbaru.com - Gadis 14 tahun berinisial AG, harus melewati masa kanak-kanak hingga remaja cukup kelam dan penuh dengan siksaan badan maupun batin. AG menjadi korban kekerasan oleh ayah tirinya ES (39), warga Kecamatan Bukit Kapur, Kota Dumai.

Bukan hanya itu, selain mengalami tindak kekerasan oleh sang ayah sejak usia 8 tahun, ia juga diduga menjadi budak nafsu setan ES. Bahkan, ibu korban juga ikut menjadi bulan-bulanan sikap emosional pelaku.

Kapolres Dumai, AKBP Andri Ananta Yudhistira dikonfirmasi melalui Kapolsek Bukit Kapur, AKP Tumara menjelaskan, penangkapan terhadap pelaku berawal dari laporan masyarakat sekitar, terkait adanya seorang anak yang diduga menjadi korban kekerasan ayah tiri.

Diceritakan, perbuatan pelaku terungkap ketika korban melarikan diri dari rumahnya, dan meminta pertolongan kepada warga sekitar pada Minggu (1/12) lalu. Saat itu korban menceritakan kepada warga, bahwa dirinya mengalami tindak kekerasan oleh ayah tirinya.

"Korban menyatakan bahwa dirinya ditendang oleh ayah tirinya karena pelaku menyuruh korban mendorong sepeda motor yang mogok, namun sepeda motor itu tetap tidak mau juga menyala, pelaku lalu emosi dan menendang bagian perutnya," kata AKP Tumara, Kamis (5/12).

Selain itu, tambahnya, ibu korban juga ikut dipukul oleh pelaku menggunakan martil. Atas cerita itu, masyarakat lalu melaporkan ke Polsek Bukit Kapur.

"Menurut keterangan korban, aksi kekerasan yang dialaminya sudah berlangsung sejak dirinya berusia 8 tahun. Ia selalu mengalami kekerasan fisik. Bahkan, korban juga sudah 4 kali disetubuhi oleh pelaku. Setiap kali usai menyetubuhi korban, pelaku selalu mengancam akan membunuh korban kalau menceritakan hal tersebut kepada orang lain," ungkapnya.

Berdasarkan laporan dan keterangan korban, Polsek Bukit Kapur lalu melakukan pemeriksaan saksi dan korban hingga dilakukan visum.

Tumara menyebut, tak menunggu lama, di hari yang sama pelaku langsung berhasil diamankan petugas dari kediamannya.

"Pelaku beserta barang bukti telah kita amankan di Polsek Bukit Kapur guna proses penyelidikan lebih lanjut," tuturnya. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved