Kasus Narkoba di Riau

CALON Pengantin Jadi Pengedar Narkoba di Riau, Berkomplot dengan Pengedar Narkoba Bersenjata

Polisi terus mengungkap kasus Narkoba di Riau, kali ini berhasil diungkap calon pengantin jadi pengedar Narkoba di Riau, berkomplot dengan pengedar

CALON Pengantin Jadi Pengedar Narkoba di Riau, Berkomplot dengan Pengedar Narkoba Bersenjata
Tribun Pekanbaru/Instagram.com/Ilustrasi/Kolase/Nolpitos Hendri
CALON Pengantin Jadi Pengedar Narkoba di Riau, Berkomplot dengan Pengedar Narkoba Bersenjata 

Dia menuturkan, sebelum melakukan penangkapan, petugas sudah mengintai pergerakan tersangka.

Mereka selalu berpindah-pindah tempat.

Namun personil terus membuntuti mereka.

"Barulah pada waktu yang tepat, ketika di Jalan Arifin Achmad, gang Rambutan, Kecamatan Pelintung, Kota Dumai. Yang bersangkutan berhasil dilumpuhkan," paparnya.

Ditambahkan Suhirman, barang haram yang didapatkan petugas dari kedua tersangka ini, rencananya hendak dibawa ke Pekanbaru.

"Peran tersangka ini sebagai tukang gendong, sekaligus pengendali di lapangan," tutupnya.

Sementara itu pada Rabu, 14 November 2019), seorang terduga gembong narkoba juga ditembak saat hendak ditangkap.

Dia berinisial DD.

Tindakan tegas terukur terpaksa ditempuh aparat karena DD berupaya melakukan perlawanan di kawasan Jalan Taman Sari, Kota Pekanbaru.

Dengan cara menabrakkan mobilnya ke petugas.

Penangkapan DD ini hasil pengembangan dari penangkapan dua tersangka sebelumnya, yakni LO, wanita berumur 41 tahun dan IR, pria berumur 35 tahun.

Dari tangan keduanya, disita paket besar sabu seberat 25 gram, 1 unit mobil Toyota Avanza, dan 1 unit handphone Samsung.

Pengakuan keduanya, barang bukti sabu itu diperoleh dari bandar narkoba berinisial DD tersebut.

TERUNGKAP, ASN Pemkab Pelalawan Positif Gunakan Narkoba

Sementara itu, terungkap, Aparatur Sipil Negara atau ASN Pemerintah Kabupaten atau Pemkab Pelalawan positif gunakan Narkoba, dibuktikan hasil test urine oleh BNN.

Penyalahgunaan Narkoba di Riau sudah merambah kepada kalangan pegawai pemerintah, buktinya ada ASN Pemkab Pelalawan positif gunakan Narkoba.

Sebagai antisipasi penyalahgunaan Narkoba di Riau khususnya di Pelalawan, Bupati Pelalawan membuat kebijakan bahwa seluruh ASN Pemkab Pelalawan mengukuti test urine.

Hasil dari test urine mengungkap bahwa ada ASN di Pemkab Pelalawan yang positif menggunakan Narkoba.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan Riau menarget 1.559 Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam program pemeriksaan urine yang berlangsung hingga Jumat (6/12/2019) mendatang.

1.559 ASN Jalani Test Urine di Riau, BNN Periksa Kandungan Narkotika Urine, Tim Gabungan Dibagi Lima
1.559 ASN Jalani Test Urine di Riau, BNN Periksa Kandungan Narkotika Urine, Tim Gabungan Dibagi Lima (Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung)

Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pelalawan, AKBP Andi Salamon, sampai saat ini test urine masih berjalan di kantornya.

Sekitar 100 lebih Pegawai Negeri Sipil (PNS) masih ditunggu kedatangannya untuk diperiksa air seninya.

Terkait penyalahgunaan narkotika dari kandungan urine yang dilihat melalui alat khusus.

Dari 1.360 lebih PNS yang telah diperiksa urinenya, Andi Salamon memastikan ada yang positif mengandung narkoba dan jumlahnya juga tidak sedikit.

Namun hal itu belum bisa dipastikan sebagai penyalahgunaan nakotika, perlu dikaji lagi dari hasil yang diterima petugas.

"Jadi kategori yang positif urinenya ada dua, pengguna narkotika dan penyalahguna narkoba. Kita sudah memilahnya," kata Andi Salamon kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (5/12/2019).

Andi Salamon merincikan, untuk kategori pengguna narkoba tentunya akibat mengkonsumsi obat-obatan yang mengandung narkotika jenis morfin, opium, hingga obat bius.

PNS yang bersangkutan tentunya memakan obat dari dokter yang didalamnya ada narkotika, seperti obat penghilan rasa sakit, anti nyeri, dan obat lainnya.

Pastinya penggunaan ini melaui resep dokter atau hasil pemeriksaan terhadap suatu penyakit.

Jika urine yang bersangkutan diperiksa aka muncul indikator positif.

Sedangkan penyalahgunaan narkotika, indikator yang muncul menandakan kandungan ampetamine, sabu, ganja, serta ekstasi.

Yang bersangkutan ada didata dan diduga kuat sebagai pemakai narkoba secar ilegal serta pelanggaran hukum.

"Nanti akan kita data semuanya hingga hari terakhir. Kemudian diserahkan ke pemda untuk kemudian diproses sesuai aturan di pemerintahan," tukas Andi Salamon.

BNNK mengimbau kepada seluruh ASN yang belum memeriksakan air seninya segera mendatangi kantor menjalani program test urine, sehingga tidak ada kecurigaan atau kesan menghindar dari pengecekan tersebut.

Pemkab Pelalawan Gelar Test Urine untuk ASN

Test urine terhadap seluru Aparatur Sipil Negara (ASN) Kabupaten Pelalawan Riau masih berjalan hingga Kamis (5/12/2019) sejak dimulai Selasa (3/12/2019) lalu.

Pemda Pelalawan melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) yang bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Pelalawan masih menunggu ASN yang belum memeriksakan urinenya.

Para Pegawai Negeri Sipil (PNS) diminta langsung mendatangi kantor BNNK Pelalawan agar air seninya ditampung dan diperiksa.

"Bagi yang berhalangan hadir pada hari pertama kemarin, diminta ke kantor BNN dan diperiksa disana. Ini sudah jadi kesepakatannya," terang Kepala Badan Kesbangpol Pelalawan, Abdul Karim, kepada tribunpekanbaru.com, Kamis (5/12/2019).

Abdul Karim menjelaskan, berdasarkan data yang masuk ke tim gabungan, pada hari pertama sebanyak 1.260 lebih PNS yang telah diperiksa.

Disusul hari kedua di kantor BNNK hampir 100 orang yang memeriksakan urinenya.

Sedangkan target pemeriksaan sesuai dengan jumlah abdi negara di Pelalawan yang mencapai 1.559, berarti masih ada 100 lebih ASN yang belum memeriksakan urine.

BREAKING NEWS : Penyalahgunaan Narkoba di Riau, Ada ASN Positif Narkoba, TERUNGKAP dari Test Urine
BREAKING NEWS : Penyalahgunaan Narkoba di Riau, Ada ASN Positif Narkoba, TERUNGKAP dari Test Urine (Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung)

Abdul Karim menyatakan, para pegawai yang berhalangan pada hari pertama disebabkan oleh dinas luar yang tidak bisa ditunda hingga sakit berdasarkan surat keterangan dari dokter.

Masih ada waktu tiga hari lagi untuk mencek urine ke kantor BNN sebelum waktu pelaksanaan program ini berakhir.

"Hasilnya belum ada disampaikan ke kita, masih di BNN. Nanti setelah elesai baru diberikan ke kita," tambah Abdul Karim.

Dikatakannya, hasil akhirnya akan dilaporkan ke Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) dan ke Bupati Pelalawan.

Data itu akan menjadi rujukan sejauh mana keterlibatan PNS dalam penyalahgunaan narkotika.

Tribunpekanbaru.com/Ikhwanul Rubby - CALON Pengantin Jadi Pengedar Narkoba di Riau, Berkomplot dengan Pengedar Narkoba Bersenjata

CALON Pengantin Jadi Pengedar Narkoba di Riau, Berkomplot dengan Pengedar Narkoba Bersenjata

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved