Berendam di Es dan Pijat, Cara Recovery Timnas U-23 untuk Hadapi Vietnam di Final SEA Games

Timnas U-23 fokus mengembalikan kebugaran, agar bisa tampil prima meladeni Vietnam di partai final SEA Games 2019 di Manila.

Berendam di Es dan Pijat, Cara Recovery Timnas U-23 untuk Hadapi Vietnam di Final SEA Games
PSSI
Pemain timnas U-23 menjalani latihan ringan untuk memulihkan stamina pada Minggu (8/12) di Manila. 

tribunpekanbaru.com - Dokter timnas U-23, Syarif Alwi, menilai kondisi pemain kelelahan setelah bermain 120 menit pada laga semifinal SEA Games 2019. Pria yang biasa disapa Papi itu mengaku akan fokus pada program recovery agar stamina pemain kembali seperti semula.

Timnas U-23 harus melakoni laga melelahkan pada semifinal SEA Games 2019 melawan Myanmar di Stadion Rizal Memorial, Sabtu (7/12) lalu. Pasukan Indra Sjafri harus bermain sampai perpanjangan waktu, setelah ditahan imbang 2-2 oleh Myanmar pada waktu normal.

Timnas U-23 akhirnya berhasil menang 4-2 atas Myanmar. Kemenangan itu sekaligus membuat tim Merah Putih melaju ke final yang akan digelar pada Selasa (10/12) malam besok.

Dokter Syarif Alwi menyebutk, pemain timnas U-23 memiliki jeda waktu dua hari untuk mengembalikan stamina. Pemulihan melalui metode berendam di air es dilakukan pada Minggu (8/12) pagi. Selain itu, pemeriksaan fisioterapi dan pijat juga dilakukan untuk membuat kondisi pemain kembali bugar.

"Mereka terlihat sekali kelelahannya. Makanya pada pagi hari kami memberikan ice bath. Kami akan mencoba mengembalikan tenaga mereka supaya bisa bermain bugar lagi di final nanti. Caranya adalah dengan ice bath, fisio, massage, dan memberikan suplemen untuk mengembalikan kondisi," terang dokter Syarif.

Timnas U-23 akan menantang Vietnam pada final SEA Games 2019, Selasa (10/12) malam besok. Ini pertemuan kedua bagi kedua tim, setelah di penyisihan Grup B lalu juga bertemu dan Vietnam menang dengan skor 2-1.

Sementara itu, pelatih Indra Sjafri menyebut, pertandingan 120 menit melawan Myanmar membentuk mental juara pada timnya. Sempat unggul dua gol, namun berhasil disamakan lawan. Menurutnya, tidak mudah mengembalikan permainan setelah keunggulan disamakan lawan. Namun pemainnya bisa melakukan dan berhasil menutup laga dengan kemenangan.

Mental juara itu diyakini akan kembali terlihat di laga final nanti. Bahkan Indra percaya puncak permainan timnya akan muncul pada pertandingan final nanti.

Di luar itu, keberhasilan membawa timnas U-23 ke babak final SEA Games, juga memberi kepercayaan diri tersendiri kepada Indra Sjafri. Dia mengaku kini sudah siap bila diminta melatih timnas senior.

"Tolong tulis ya, Sekarang Indra Sjafri siap kalau ditunjuk sebagai pelatih timnas Indonesia senior," katanya usai laga lawan Myanmar, Sabtu (7/12) malam lalu.

PSSI sendiri sudah bertemu dua kandidat pelatih timnas senior, yaitu Shin Tae-yong asal Korea Selatan, dan Luis Milla dari Spanyol. Namun belum ada perkembangan dari pertemuan tersebut. (rin)

Penulis: rinaldi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved