KONI Butuh Rp40 Miliar untuk Persiapan Riau Menghadapi PON Papua 2020

KONI Riau kekurangan anggaran persiapan PON 2020 di Papua. Ini setelah anggaran di APBD Riau tahun depan jauh berkurang dari yang diajukan.

KONI Butuh Rp40 Miliar untuk Persiapan Riau Menghadapi PON Papua 2020
Internet
Logo KONI

tribunpekanbaru.com - KONI Riau merinci kebutuhan terkait persiapan atlet Riau yang akan tampil di PON Papua 2020. Dari 37 cabor yang akan diikuti Riau pada pesta multi event nasional tersebut, diperkirakan atlet yang akan dikirim maksimal 180 putra-putri. Dari jumlah tersebut, biaya yang akan dibutuhkan Riau diperkirakan sebesar Rp40 miliar.

"Ini hitungan terakhir kita. Memang kalau sampai pekan pertama Desember ini, atlet yang sudah dapat tiket PON sekitar 160 orang," kata Ketua KONI Riau, Emrizal Pakis, Minggu (8/12) kepada Tribun.

Seperti diketahui, dana KONI Riau di APBD Riau 2020 sebesar Rp20 miliar. Nilai bantuan ini sama dengan tahun 2019 ini. Padahal, KONI Riau mengajukan usulan kebutuhan sepanjang tahun 2020 ini sebanyak Rp65 miliar.

Dengan sudah ditetapkan anggaran KONI tahun 2020, menurut KONI, bisa dipastikan persiapan atlet PON Riau tidak bisa maksimal. Dengan nilai Rp20 miliar tersebut, KONI mengaku sulit memberangkatkan semua atlet yang dapat tiket PON.

Kondisi ini sudah disampaikan KONI ke Pemprov Riau dan DPRD Riau. Jalan keluar yang diberikan pemerintah dan legislator, mereka akan menambah kekurangan anggaran pada APBD Perubahan 2020. Bahkan pembahasan APBD Perubahan 2020 akan lebih awal, yakni sekitar Juni 2020.

"Kita sebenarnya mewaspadai waktu. Paling tidak kan pada Agustus sudah bisa cair kekurangan anggaran kita, karena Oktober PON sudah digelar di Papua," sebutnya.

KONI Riau juga mencoba mencari solusi alternatif untuk memenuhi anggaran. Di antaranya mencari dukungan dari perusahaan besar yang ada di Riau. Seperti pada PON 2016 lalu di Jabar, perusahaan di Riau ikut membantu tim Riau. Di antaranya PT IKPP, PT RAPP, PT BOB, perusahaan kelapa sawit, serta perusahaan lainnya.

"Bahkan kita sudah ekspos ke PT Chevron tentang persiapan kita. Tapi belum ada jawaban," papar Emrizal.

Intinya, kata Emrizal, pengiriman atlet ke Papua nanti harus jadi keinginan bersama. Dengan demikian, apa yang jadi target pemerintah, terutama KONI Riau, bisa terealisasi.

"Kita tidak mematok perusahaan harus membantu sekian miliar. Tapi bagaimana perusahaan memberi kontribusi. Bahkan sistem bapak angkat cabor juga bisa dilakukan, terutama untuk cabor dan atlet andalan," harapnya. (saf)

Penulis: Syafruddin Mirohi
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved