Berita Riau

NEWS VIDEO: Usai Sidak Proyek Jembatan Sail, Wagubri Ancam Blacklist Perusahaan Kontraktor

Wakil Gubernur Riau Edy Natar Nasution terlihat kesal saat melakukan Sidak ke proyek pembangunan jalan dan jembatan di Kota Pekanbaru yang bersumber

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Wakil Gubernur Riau (Wagubri) Edy Natar Nasution terlihat kesal saat melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke proyek pembangunan jalan dan jembatan di Kota Pekanbaru, Jumat (6/12/2019).

Sebab sejumlah proyek insfrastruktur yang bersumber dari APBD Riau tahun 2019 hingga akhir tahun ini progresnya berjalan sangat lambat.

Temuan ini terungkap saat Sidak yang dilakukan oleh Wagubri di Jembatan Sail. Jembatan sepanjang 27 meter dengan lebar 16 meter ini berada di Jalan Hangtuah Pekanbaru.

Saat Wagubri melakukan Sidak, diketahui progres pembangunan jembatan Sail ini baru berjalan diangka 43 persen.

Seharusnya memasuki akhur tahun, kata Wagubri, seharusnya pembangunan jembatan yang dikerjakan oleh PT Rajawali Sakti Prima dengan anggaran Rp 5,9 miliar ini sudah diangka 90 persen.

"Sesuai surat perjanjian kerja kan tanggal 13 Desember ini sudah harus selesai. Sementara sampai hari ini progresnya baru 43 persen. Seharusnya sudah diangka 90 an persen ini," kata mantan Danrem 031 Wirabima ini disela Sidak.

Edy meminta agar pihak kontraktor yakni PT Rajawali Sakti Prima menggesa pembangunan jembatan ini. Apalagi pihak perusahaan sudah memasang target sampai tanggal 13 Desember bertepatan dengan bekahirnya kontrak, progresnya diangka 64 persen.

"Kalau harus lembur, ya harus lembur, kalau perlu kerja siang malam, supaya target itu bisa dikejar," ujarnya.

Setelah kontrak tersebut berakhir, sementara pekerjaan belum selesai, maka pihak perusahaan masih diberikan kesempatan dengan melakukan adendum selama 50 hari setelah kontrak berakhir. Namun selama perpanjangan waktu itu perusahaan tetap dikenakan denda.

"Masih bisa diperpanjang dengan adendum, 50 hari. Makanya saya ingatkan, jangan sampai setelah perpanjangan waktu 50 hari itu tidak diselesaikan. Kalau tidak diselesaikan, perusahaan ini blacklist saja," katanya.

Tidak hanya Jembatan Sail, Wagubri juga melakukan Sidak ke proyek pembangunan jalan provinsi di Okura Rumbai. Proyek pembangunan jalan provinsi ini hanya tinggal hitungan 10 hari lagi.

"Yang di Rumbai itu progresnya sudah 87 persen, waktunya sampai tanggal 16 Desember ini sudah harusnya selesai, saya minta itu diselesaikan, kalau tidak selesai sampai tanggal 16 Desember, itu akan dikenakan denda," katanya.

Edy menegaskan, Sidak ke sejumlah proyek pembangunan insfrastruktur ini merupakan peringatan bagi perusahaan lain di Riau akan menggesa pembangunnya. Sebab saat ini realisasi fisik dan keuangan APBD Riau 2019 masih rendah. Hingga akhir November 2019 kemarin realiasinya masih dibawah 80 persen.

"Ini menjadi alat ukur bagi pekerjaan yang lain, saya minta pekerjaan lain digesa, supaya akhir tahun ini bisa selesai semua. Tidak boleh main-main, saya turun kesini mengingatkan dan mengawasi supaya pekerjaan ini bisa segera diselesaikan," pungkasnya. (Syaiful Misgiono)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: David Tobing
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved