Indragiri Hilir

STORY: Kisah Kakek Alkama Tinggal di Gubuk Reyot Inhil Riau, Hidup di Sana Sejak Zaman Belanda

Menurut Kakek Alkama, dirinya merupakan orang yang pertama kali tinggal di daerah tempat tinggalnya tersebut, yaitu di Jalan Abdul Manaf, Tembilahan.

STORY: Kisah Kakek Alkama Tinggal di Gubuk Reyot Inhil Riau, Hidup di Sana Sejak Zaman Belanda
Tribun Pekanbaru/T Muhammad Fadhli
Kakek Alkama dan gubuk tempat tinggal sangat memprihatinkan. 

STORY: Kisah Kakek Alkama Tinggal di Gubuk Reyot Inhil Riau, Hidup di Sana Sejak Zaman Belanda

TRIBUNPEKANBARU.COM, TEMBILAHAN – Hari tua yang seharusnya dihabiskan bersama keluarga tercinta, namun tidak bagi Kakek Alkamah.

Di usia senjanya, Kakek Alkama harus tinggal di sebuah gubuk kayu tidak layak huni yang hancur berantakan dan di penuhi dengan genangan air pasang.

Di gubuk inilah Kakek Alkama menghabiskan hari – harinya pasca bercerai dari sang isteri.

“Iya sudah lama bercerai, hampir semua keluarga meninggal dunia,” ujarnya dengan nada yang pelan saat dikunjungi Tribun Pekanbaru bersama awak media Ikatan Wartawan Online (IWO) Kabupaten Inhil di Jalan Abdul Manaf, Tembilahan, akhir pekan ini.

Menurut Kakek Alkama, dirinya merupakan orang yang pertama kali tinggal di daerah tempat tinggalnya tersebut, yaitu di Jalan Abdul Manaf, Tembilahan.

“Sudah tinggal di gubuk dari zaman Belanda dan orang pertama yang tinggal di sini,” tutur Kakek Alkama yang duduk di kursi lapuk di dalam rumahnya.

Tidak banyak informasi yang bisa didapat dari Kakek Alkama mengingat usianya diperkirakan berusia lanjut membuat sulitnya berkomunikasi.

Dengan kondisi seperti ini, diharapkan adanya bantua dari pihak - pihak yang perduli, beruntung masih ada kerabatnya yang mengantarkan makanannya. (Tribunpekanbaru.com/T Muhammad Fadhli).

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved