Dumai Masuk Zona Merah Narkoba di Provinsi Riau

Menurut Kepala BNN Riau, Brigjen Pol Untung Subagyo, Riau peringkat lima nasional peredaran narkoba di Indonesia.

Dumai Masuk Zona Merah Narkoba di Provinsi Riau
tribun pekanbaru
Kepala BNN Riau, Brigjen Pol Untung Subagyo, saat memberikan materi pada sosialisasi bahaya narkoba kepada ASN Pemko Dumai, Senin (9/12). 

tribunpekanbaru.com - Provinsi Riau merupakan peringkat kelima se-Indonesia dalam hal peredaran narkoba. Dan Kota Dumai masuk dalam zona merah peredaraan narkoba di Provinsi Riau.

Hal tersebut disampaikan Kepala BNN Provinsi Riau, Brigjen Pol Untung Subagyo, saat menjadi pemateri dalam Sosialisasi Bahaya Narkoba kepada ASN Pemerintah Kota (Pemko) Dumai Inpres Nomor 6 tahun 2018, yang digelar di Pendopo Kota Dumai, Senin (9/12).

Kegiatan sosialisasi tersebut digelar oleh BNN Kota Dumai bersama Pemko Dumai, yang dihadiri oleh Wakil Wali Kota Dumai Eko Suharjo, dan tamu undangan lainnya.

Kepala BNN Provinsi Riau, Brigjen Pol Untung Subagyo mengungkapkan, Provinsi Riau merupakan peringkat kelima se-Indonesia untuk peredaran narkoba, dan Dumai merupakan termasuk zona merah untuk peredaran narkoba.

"Dumai ini juga termasuk zona merah untuk di Riau, sebagai pintu masuk peredaraan narkoba. Untuk itulah, seluruh elemen masyarakat harus ikut berperan mencegah," katanya Senin (9/12).

Dia lantas memberikan pesan khusus kepada BNN Dumai dan Pemko Dumai melalui Wali Kota Dumai sebagai penguasa daerah. Pemko Dumai diminta untuk mengajak masyarakat, khususnya yang berada di daerah pesisir laut untuk bersama mencegah peredaran narkoba.

Selanjutnya, Untung meminta agar Wali Kota Dumai dan BNN, mengajak Aparatur Sipil negara (ASN) untuk ikut menjadi relawan antinarkoba, baik di lingkungan kantor ataupun di lingkungan tempat tinggal.

Selain itu, Pemko Dumai juga diimbau untuk menambah volume kegiatan-kegiatan positif terutama bagi ASN, karena ASN bisa menjadi rawan jika tida ada kegiatan seperti majelis taklim, dan lainnya.

"Yang paling penting sinergitas antarintansi, dan tidak boleh ego masing-masing. Harus bersama-sama bekerjasama untuk mencegah peredaran narkoba," katanya mengingatkan.

Wakil Wali Kota Dumai, Eko Suharjo, mengaku sangat mendukung kegiatan sosialisasi bahaya narkoba kepada ASN Pemerintah Kota Dumai ini. Dia berharap, dengan adanya kegiatan ini, para ASN bisa memahami bahaya narkoba bagi diri sendiri, keluarga, dan masyarakat sekitar.

"Kalau kita sudah menggunakan narkoba, seluruh pekerjaan akan terganggu, termasuk kerjaan di kantor. Untuk itulah, mari bersama kita jauhi narkoba," ajaknya.

Eko juga berharap, setelah mengikuti kegiatan sosialisasi ini, para ASN bisa menjadi relawan antinarkoba bagi keluarga maupun lingkungannya. "Semoga dengan sosialisasi ini bisa juga mencegah peredaraan narkoba di Dumai," tambahnya. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved