Eksekusi Lahan Jalan Tol

Material Alam Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Diduga Ilegal, Diduga Tidak Membayar Pajak, Ini Kata PT HKI

Material alam Jalan Tol Pekanbaru-Dumai diduga ilegal karena diduga tidak membayar pajak dan retribusi mineral bukan logam atau galian C, ini kata PT

Material Alam Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Diduga Ilegal, Diduga Tidak Membayar Pajak, Ini Kata PT HKI
Tribun Pekanbaru/Doddy Vladimir
Material Alam Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Diduga Ilegal, Diduga Tidak Membayar Pajak, Ini Kata PT HKI 

Material Alam Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Diduga Ilegal, Diduga Tidak Membayar Pajak, Ini Kata PT HKI

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Material alam Jalan Tol Pekanbaru-Dumai diduga ilegal karena diduga tidak membayar pajak dan retribusi mineral bukan logam atau galian C, ini kata PT HKI.

PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), selaku anak usaha Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Hutama Karya (Persero) memastikan bahwa penggunaan material alamjalan tol Pekanbaru-Dumai dari sub kontraktor dipastikan sudah mengikuti prosedur dan peraturan yang berlaku.

Termasuk telah membayar retribusi Pajak Mineral bukan Logam atau biasa disebut Galian C kepada Kas Pemerintah Daerah setempat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.

"Sudah dipastikan, bahwa seluruh perusahaan penyedia yang bermitra dengan Hutama Karya dan HKI telah menunaikkan kewajiban tersebut," kata Sekretaris Perusahaan HK Infrastuktur, Alfa Haga Rachmady, Minggu (8/12/2019).

Selainitu, ada beberapa lokasi pembangunanJalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) ruas Pekanbaru - Dumai juga bersinggungan dengan pipa-pipa milik Chevron.

Material Alam Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Diduga Ilegal, Diduga Tidak Membayar Pajak, Ini Kata PT HKI
Material Alam Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Diduga Ilegal, Diduga Tidak Membayar Pajak, Ini Kata PT HKI (Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra)

Menindak-lanjuti hal tersebut, Hutama Karya dan HKI senantiasa berkoordinasi secara intens dengan pihak Chevron dalam rangka melancarkan progress pembangunan sekaligus memastikan agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan atas adanya persinggungan tersebut.

Tidak hanya itu, di ruas Jalan Tol Pekanbaru-Dumai juga tengah dibangun enam perlintasan berupa underpass khusus untuk lalu-lintas kawanan gajah liar di Sumatera, dalam rangka memperservasi ekosistem lingkungan sekitar.

"Pembangunan JTTS ruas Pekdum ini diharapkan dapat meningkatkan akses antara Kota Pekanbaru sebagai Ibu kota Provinsi Riau dan Dumai sebagai kota pelabuhan yang banyak menyelenggarakan distribusi industri perminyakan dan agribisnis. Selain itu, Jalan Tol tersebut juga akan memperkuat konektivitas antar daerah serta melancarkan distribusi barang dari pusat-pusat industri ke berbagai daerah di Pulau Sumatera," katanya.

Dalam menjalankan bisnisnya HKI senantiasa mengedepankan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG).

Setiap langkah pekerjaan yang diselenggarakan oleh HKI bersama dengan seluruh sub kontraktor-nya dipastikan sudah mengikuti peraturan dan perundangan yang berlaku.

"Termasuk dalam membangun Jalan Tol Trans-Sumatra (JTTS) khususnya di Ruas Pekanbaru-Dumai (Pekdum), Hutama Karya sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) pemilik, bersama dengan HKI selaku kontraktor pelaksana, selalu memperhatikan aspek pelestarian lingkungan yang tentunya menjadi faktor penting dalam setiap pembangunan infrastruktur," kata Alfa.

Tribunpekanbaru.com/Syaiful Misgiono - Material Alam Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Diduga Ilegal, Diduga Tidak Membayar Pajak, Ini Kata PT HKI

Material Alam Jalan Tol Pekanbaru-Dumai Diduga Ilegal, Diduga Tidak Membayar Pajak, Ini Kata PT HKI

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved