Pemkab Inhil Datangkan Guru Tahfiz untuk Latih Para Guru Rumah Tahfidz dengan Metode Baru

Pemkab Inhil mendatangkan guru untuk melatih para guru Rumah Tahfiz dengan metode baru. Nantinya, setiap Rumah Tafhiz bisa menghasilkan hafiz.

Pemkab Inhil Datangkan Guru Tahfiz untuk Latih Para Guru Rumah Tahfidz dengan Metode Baru
tribun pekanbaru
Bupati Inhil HM Wardan bersama Kabag Kesra HM Arifin (paling kanan), pada pembukaan pelatihan guru tahfiz belum lama ini. 

tribunpekanbaru.com - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) sangat serius dalam mencetak generasi Al–Qur’an.

Setelah mendirikan Rumah Tahfidz hingga ke desa–desa, kali ini Pemkab Inhil mendatangkan guru yang mumpuni bagi para guru tahfidz yang ada di Inhil.

Guru–guru ini akan diajarkan metode baru oleh Ustad Royansyah dari Baitul Qur’an Pekanbaru, yang sudah terkenal bukan hanya di Riau, tapi juga di Indonesia. Para pelatih ini sudah melatih ke Sumatra Utara, Sumatra Selatan, dan Sumatra Barat, untuk program pemerintah lainnya.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten Inhil, HM Arifin berharap metode ini bisa dijadwalkan kembali kepada anak-anak yang ada di Rumah Tahfiz di masing–masing desa.

“Metode ini sudah terbukti mampu mempercepat hafalan Al-Qur'an. Banyak contoh yang diberikan adalah yang sudah berumur lebih dari 60 tahun, setelah belajar dengan metode itu bisa hafidz. Apalagi anak-anak, yang umur-umur kita aja kalau tetap serius belajar dengan metode yang diberikan itu bisa menjadi hafidz,” ujar Arifin di ruang kerjanya, Kantor Bupati Inhil, Tembilahan, Senin (9/12).

Dijelaskan, dalam keilmuan tentu harus proporsional, sehingga nantinya bisa melahirkan para hafiz-hafizah. “Maksudnya dilatih lagi setiap desa satu orang, dan dengan satu orang yang kita latih dengan maksimal ini, ya nanti akan bisa beraktivitas dengan mengajarkan sesuai metode yang sudah diberikan,” teranganya.

Arifin menegaskan, tidak ada lagi desa yang tidak memiliki Rumah Tahfidz sebagai program di plus terintegrasi.

“Tentu guru-gurunya harus disiapkan kalau sudah jalan setiap desa satu Rumah Rahfiz. Tentu target berikutnya adalah menghasilkan para hafiz Qur'an. Setelah melatih ini, 6 bulan berikutnya kita pantau seperti apa hasilnya, apakah sudah ada Rumah Tahfiz menghasilkan anak-anak hafiz-hafizah,” tuturnya. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved