Banjir di Riau

Banjir di Riau, Desa Lubuk Kembang Bunga Tergenang Air, Disdik Pelalawan Belum Liburkan Sekolah

Banjir menghambat ases jalan desa dan jembatan hingga tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Banjir di Riau, Desa Lubuk Kembang Bunga Tergenang Air, Disdik Pelalawan Belum Liburkan Sekolah
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
BANJIR di Riau Semakin Meluas, Warga Desa Lubuk Kembang Bunga Mulai Mengungsi 

Banjir di Riau, Desa Lubuk Kembang Bunga Tergenang Air, Disdik Pelalawan Belum Liburkan Sekolah

TRIBUNPEKANBARU.COM, UKUI - Desa Lubuk Kembang Bunga Kecamatan Ukui Kabupaten Pelalawan Riau dilanda banjir sejak Minggu (8/12/2019) dan terus meningkat hingga Selasa (10/12/2019) siang.

Banjir menghambat ases jalan desa dan jembatan hingga tak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Alhasil masyarakat harus menggunakan kapal kayu bermesin atau pompong. Terlebih bagi siswa sekolah yang hendak pergi belajar dan pulang ke rumah, diangkut memakai pompong.

Namun Dinas Pendidikan (Disik) belum meliburkan sekolah yang berada di Desa Lubuk Kembang Bunga.

Sebab belum ada sarana dan prasaran belajar yang terdampak banjir. Lingkungan sekolah serta gedung belajar masih aman dari banjir.

"Sekolah tidak ada yang terendam dan masih jauh dari titik banjir saat ini. Jadi ngak perlu diliburkan," terang Kepala Bidang Pengembangan SMP Disdik Pelalawan, H Anton Timur Jaelani, kepada tribunpekanbaru.com, Selasa (10/12/2019).

Anton Timur menerangkan, akses jalan yang tergenang banjir telah disiasati dengan memakai kapal pompong untuk mengangkut anak sekolah sampai ke seberang.

Disisi lain, kebijakan meliburkan siswa juga tidak perlu diambil meski banjir semakin parah. Lantaran masa sekolah tidak lama lagi setelah ujian semester selesai.

"Hari Sabtu ini jadwalnya bari raport dan mulai minggu depan sudah libur. Jadi tak perlu meliburkan siswa," tambah Anton Timur.

Camat Ukui, Amri Juharza menyebutkan, ketinggian air menggenangani Desa Lubuk Kembang Bunga beragam.

Mulai dari 1 meter lebih yang berada di sekitar tepi sungai hingga 60 centimeter di lingkungan permungkiman warga.

"Kalau hujan di bagian hulu masih lebat, kemungkinan air maish naik lagi ini," tukasnya. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved