Berita Riau

Negara Tetangga Juga Terdampak Asap, Kapolres Meranti Riau Ajak Cegah Karhutla

Kapolres juga menyampaikan pesan khusus terkait persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi di Kepulauan Meranti.

Negara Tetangga Juga Terdampak Asap, Kapolres Meranti Riau Ajak Cegah Karhutla
istimewa
Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Tafiq Lukman Nurhidayat menyampaikan sambutan saat silaturahmi dengan masyarakat, Selasa (10/12/2019) di aula kantor Camat Tebingtinggi Barat. 

TRIBUNPEKANBARU.COM, KEPULAUAN MERANTI - Kapolres Kepulauan Meranti AKBP Tafiq Lukman Nurhidayat melakukan kunjungan kerja dan silaturahmi dengan masyarakat, Selasa (10/12/2019) di aula kantor Camat Tebingtinggi Barat.

Melalui kesempatan tersebut Kapolres menyampaikan terimakasih atas sambutan hangat dari masyarakat di Kecamatan Tebingtinggi Barat. Ia juga meminta warga mendukung kamtibmas di wilayahnya.

"Ke depan mari kita bersama-sama mewujudkan kamtibmas di wilayah Kecamatan Tebing Tinggi Barat. Kepada para Bhabinkamtibmas agar terus belajar karena Anda sekalian adalah ujung tombak dari kepolisian," ujar Taufiq.

Kapolres juga menyampaikan pesan khusus terkait persoalan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang kerap terjadi di Kepulauan Meranti.

"Menghimbau kepada masyarakat sekalian agar tidak membakar lahan dan hutan milik orang lain maupun milik pribadi. Apabila sudah terjadi kebakaran hutan dan lahan yang dirugikan bukan hanya kita sendiri, melainkan negara tetangga juga terkena dampak asap. Karena posisi daerah kita berbatasan dengan negara tetangga," ujar Taufiq.

Dikatakan Kapolres Taufiq, masalah karhutla sudah menjadi atensi dari Presiden Republik Indonesia sehingga para aparat pemerintahan dari kecamatan hingga desa dapat ikut serta menjaga kebakaran tidak terjadi di wilayahnya.

"Diharapkan para kades untuk dapat menggali embung atau kanal penyimpanan air serta para Masyarakat Peduli Api (MPA) dapat terus menjaga wilayah kita dari kebakaran," ujarnya.

Masyarakat juga sempat bertanya kepada Kapolres terkait ilegal logging. Menjawab hal tersebut Taufiq menegaskan, pihaknya akan melakukan tindakan tegas kepada pelaku ilegal logging yang melakukan tindakan di luar aturan.

Namun dirinya juga tidak memungkiri bahwa kadang masyarakat juga kadang mengambil hasil hutan dengan jumlah yang sedikit.

"Kita maklumi kalau ada masyarakat yang mengambil dua atau tiga lembar (kayu) untuk keperluan rumahnya mungkin. Tapi, untuk pelaku ilegal logging kita tegaskan tetap akan kita tindak apabila tidak ada surat sah untuk mengambil hasil hutan dari pihak kehutanan," tegasnya.

Pada kesempatan itu juga dilakukan deklarasi Kepulauan Meranti Bebas Asap tahun 2020. (Tribunpekanbaru.com/teddy tarigan)

Penulis: Teddy Tarigan
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved