28 Jam Terapung di Laut, Empat ABK KM Bahari Indah 5 Kesulitan Bicara Setelah Diselamatkan

Pihak Pelabuhan Dumai langsung melakukan pemeriksaan kesehatan kepada empat ABK yang terapung di laut puluhan jam, begitu mereka tiba di Dumai.

28 Jam Terapung di Laut, Empat ABK KM Bahari Indah 5 Kesulitan Bicara Setelah Diselamatkan
nova.grid.id
Ilustrasi kapal tenggelam 

tribunpekanbaru.com - Empat orang Anak Buah Kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Bahari Indah 5 berhasil selamat setelah kapalnya tenggelam dihantam ombak di perairan Bengkalis, Senin (9/12) lalu. Mereka pun sempat terombang-ambing di laut selama lebih kurang 28 jam, sebelum diselamatkan oleh kapal MV Sinar Masela, yang kemudian menyerahkan kepada Basarnas.

Salah satu ABK KM Bahari Indah 5, Sahrin Ramadhan (34), menceritakan bagaimana mereka bertahan hidup sebelum diselamatkan.

"Kami menuju Malaysia, saya lupa ada di kawasan mana, tiba-tiba gelombang dua meter menghantam kapal sehingga air tidak terkendali masuk ke dalam kapal, mesin kapal langsung mati," katanya Rabu (10/12) saat ditemui di Dumai.

Dengan kondisi mesin mati, ia dan tiga ABK lain langsung mengenakan life jacket karena kapal mulai tenggelam. "Saat kapal tenggelam, kita semua berpelukan agar tidak terpisah hingga kita bisa diselamatkan oleh kapal MV Sinar Masela," katanya.

Selama terombang-ambing, tidak ada pikiran lain selain ingin selamat sambil terus berpegangan tangan. Sempat ada kapal lewat, namun tidak melihat mereka di air. "Alhamdulillah, setelah 28 jam di laut akhirnya kami diselamatkan oleh MV Sinar Masela," sebutnya.

Selama terombang-ambing di air, Sahrin dan tiga ABK lain kapal pengangkut ikan tersebut menahan haus dan lapar di tengah dinginnya air laut. "Jangankan makanan, dokumen dan alat komunikasi tidak ada yang bisa selamat," tambahnya.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Dumai, Erizon, mengatakan, keempat ABK mengalami kerongkongan kering dan susah bicara. "Keempatnya alami masalah kerongkongan akibat banyak terminum air laut," katanya menjelaskan.

Selain itu, pada tubuh korban terdapat luka lecet akibat gesekan dengan material kapal. "Mereka juga mengalami pusing dan mata merah karena tidak tidur selama terombang-ambing," jelas Erizon.

Namun dikatakan, pihak KKP Dumai sudah memberi obat-obatan untuk pertolongan pertama, sebelum kesehatan para ABK itu diperiksa lebih lanjut. "Seluruh korban mengalami trauma akibat kejadian tersebut," ujarnya lagi. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved