Anggota DPD Asal Riau Minta Kasus Pekerja Indah Kiat yang Tewas di Mesin Penggiling Kayu Diusut

Anggota DPD RI asal Riau, Intsiawati Ayus, minta Disnaker dan kepolisian mengusut tuntas kecelakaan kerja memilukan di PT Indah Kiat tersebut.

Anggota DPD Asal Riau Minta Kasus Pekerja Indah Kiat yang Tewas di Mesin Penggiling Kayu Diusut
TribunPekanbaru/BudiRahmat
Anggota DPD RI, Intsiawati Ayus. 

Dia lantas mengingatkan, bahwa dalam setiap operasi pabrik atau pekerjaan apapun, maka keselamatan pekerja atau karyawan adalah yang utama.

Menurut Intsiawati Ayus, mengingat peristiwa terjadi pada tengah malam atau korban adalah karyawan yang bekerja pada shif malam, seharusnya ada yang mengawasi atau men-supervisi. Apakah itu rekan kerja yang lebih senior maupun atasan langsung, agar tidak terjadi kecelakaan yang fatal dan merenggut nyawa.

"Untuk mengoperasikan mesin yang memiliki risiko kerja tinggi, seharusnya tidak boleh karyawan bekerja sendiri. Apalagi bekerja saat shif malam. Harus ada rekan kerja atau dalam pengawasan atasan atau supervisor," katanya lagi.

Laporkan ke Provinsi
Sebelumnya, Kepala Dinas Transmigrasi dan Ketenagakerjaan (Distransnaker) Siak, Amin Budyadi, melaporkan kejadian kecelakaan kerja di pabrik PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Perawang, ke pengawas ketenagakerjaan provinsi Riau. Pengawas provinsi tersebut sudah datang melakukan investigasi ke pabrik kertas tersebut.

"Kewenangan kita memberikan informasi saja, untuk pengawasan ketenagakerjaan dan investigasi kecelakaan kerja merupakan kewenangan provinsi," kata Amin Budyadi, Rabu (11/12).

Hingga Rabu kemarin, investigasi masih berjalan. Kronologis lengkap dan pasti belum keluar, sehingga penyebab pasti kecelakaan kerja tersebut masih belum diketahui.

"Begitu ada hasil investigasinya nanti, peran kita adalah mendorong hak-hak tenaga kerja yang mengalami kecelakaan itu," kata Amin.

Kecelakaan kerja di pabrik PT IKPP Perawang terjadi Selasa dinihari lalu dan sangat mengenaskan. Seorang operator mesin penggiling kayu diinformasikan terjatuh ke dalam mesin penggilingan kayu tersebut. Korban diketahui bernama Marlis, warga yang tinggal di KM8 Perawang.

Tubuh korban saat ditemui sudah tidak utuh lagi. Bahkan sudah menjadi potongan-potongan kecil karena tergiling bersama kayu-kayu yang akan dijadikan bubur kertas tersebut.

"Kejadian diperkirakan sekitar pukul 02.00 WIB, Selasa (10/12). Waktu itu Marlis bekerja shif malam dan sedang melaksanakan tugasnya," kata Humas PT IKPP, Armadi.

Halaman
123
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved