KM Bahari‎ Indah 5 Tenggelam di Perairan Bengkalis, Empat ABK Berhasil Selamat

KM Bahari Indah 5 berlayar dari Dumai menuju Malaysia membawa muatan 11 ton ikan berbagai jenis. Namun di tengah jalan dihantam ombak besar.

KM Bahari‎ Indah 5 Tenggelam di Perairan Bengkalis, Empat ABK Berhasil Selamat
foto/tribunnews
Ilustrasi kapal tenggelam 

tribunpekanbaru.com - Kapal Motor (KM) Bahari Indah 5 dilaporkan hilang sejak Senin (9/12) lalu. Kapal ikan ini membawa empat Anak Buah Kapal (ABK). Setelah dilakukan pencarian, diketahui kapal ini tenggelam di Selat Morong. Keempat ABK berhasil diselamatkan kapal lain dan kemudian dievakuasi oleh kapal Basarnas.

Kapten Kapal Negara (KN) 218 Badan SAR Nasional (Basarnas) Pekanbaru, Leni Tadika, mengatakan, pihaknya mengevakuasi keempat awak kapal tersebut.

"Kita jemput empat orang awak kapal yang diselamatkan oleh MV Sinar Masela dan dibawa ke Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis," kata Leni, Rabu (11/12) dinihari.

Setelah dijemput ke Bengkalis, keempat ABK itu lalu dievakuasi ke Pelabuhan Pokala, PT Pelindo, Dumai. Dikatakan Leni, KM Bahari Indah 5 saat musibah terjadi tengah berlayar menuju Muar, Malaysia. "KM Bahari Indah 5 tenggelam dihempas gelombang laut di perairan Bengkalis," tutur Leni lagi.

Keempat awak kapal yang selamat adalah Sahrin (34) dan Akiu (51) warga Purnama, Kecamatan Dumai Barat, dan Candra (51) serta Erdianto warga Nerbit Besar, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.

Kapal ini menuju Malaysia membawa muatan 11 ton ikan bernilai sekitar Rp1,5 miliar. Kepala Koperasi Kerapu Dinas Perikanan Kota Dumai, M Nasir, mengungkapkan, KM Bahari Indah 5 yang tenggelam merupakan kapal milik koperasi, begitu pula ABK-nya.

Kapal berisi bermacam jenis ikan kualitas ekspor dari nelayan di Riau untuk dipasarkan di Malaysia. "Sudah rutin kita bawa ikan ini untuk dipasarkan ke Malaysia," katanya, Rabu (11/12).

Diterangkan, KM Bahari Indah 5 berangkat dari pelabuhan TPI Dumai bersama dengan KM Suria Kencana yang membawa muatan yang sama pada Minggu 8 Desember 2019 lalu menuju Malaysia. Namun KM Bahari Indah 5 hilang kontak pada Senin 9 Desember 2019 sekitar pukul 15.00 WIB. Sedangkan KM Suria Kencana selamat dalam pelayarannya dan sudah berada lagi di Dumai.

Nasir menyebut, pihaknya mengetahui KM Bahari Indah 5 tenggelam setelah satu kapal kembali, sedangkan Bahari Indah 5 belum. Sehingga pihaknya langsung membuat laporan ke pihak SAR di Malaysia.

Nasir baru mengetahui kapal dilanda musibah dan empat ABK selamat, setelah salah satu awak kapal menghubungi Basarnas menggunakan alat komunikasi milik MV Sinar Masela pada Selasa (10/12). "Basarnas juga menghubungi kita setelah dapat kabar dari MV Sinar Masela," terangnya.

Ditegaskan, KM Bahari Indah 5 GT24 tersebut layak jalan, sehingga diberangkatkan berlayar untuk mengekspor ikan ke Malaysia. "Tenggelamnya kapal ini akibat cuaca dan gelombang tinggi," ujarnya.

Kegiatan eksor ikan ini, menurut Nasir dilakukan pihaknya tiga kali dalam satu minggu, untuk memenuhi permintaan pasar di Negeri Jiran tersebut. "Kita bersyukur ABK kita selamat, itu yang penting," katanya. (dkp)

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved