KM Bahari‎ Indah 5 Tenggelam

KM Bahari‎ Indah 5 Tenggelam di Riau, 4 ABK Berpelukan untuk Bertahan Hidup 28 Jam di Tengah Lautan

Empat awak KM Bahari Indah 5, berhasil selamat setelah kapalnya tenggelam dihantam ombak di perairan Bengkalis.

KM Bahari‎ Indah 5 Tenggelam di Riau, 4 ABK Berpelukan untuk Bertahan Hidup 28 Jam di Tengah Lautan
Tribun Pekanbaru/Donny Kusuma Putra
Setelah dikabaran hilang pada Senin (9/12/2019), akhirnya empat Anak buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Bahari Indah 5, ditemukan dalam keadaan selamat oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) Pekanbaru. 

KM Bahari‎ Indah 5 Tenggelam di Riau, 4 ABK Berpelukan untuk Bertahan Hidup 28 Jam di Tengah Lautan

TRIBUNPEKANBARU.COM, DUMAI - Empat orang awak kapal, berhasil selamat setelah KM Bahari Indah 5 tenggelam dihantam ombak di perairan Bengkalis.

Selanjutnya, selama kurang lebih 28 jam ke empat ABK terombang ambing ‎di tengah laut.

Setelah berhasil dievakuasi oleh Basarnas, salah satu ABK Bahari Indah 5, Sahrin Ramadhan (34) menceritakan bagaimana mereka bertahan hidup sekitar 28 jam, sebelum diselamatkan oleh MV Sinar Masela.

"Saat kami berlayar menuju Malaysia, saya lupa berada di kawasan mana, tiba tiba gelombang saat itu mencapai dua meter menghantam kapal. Air tidak terkendalikan masuk ke dalam kapal sehingga mesin kapal mati ," katanya, Rabu (10/12/2019).

Dengan kondisi kapal yang mati, tambahnya, ia bersama tiga orang awak kapal lainnya mengambil life jacket untuk menyelamatkan diri dikarenakan kapal mulai tenggelam.

"Saat kapal tenggelam, kita semua berpelukan agar tidak terpisah, hingga kita bisa diselamatkan oleh kapal MV Sinar Masela," katanya.

Diakuinya, selama terombang ambing, tidak ada pikiran lain selain ingin selamat.

Sambil terus berpegangan tangan, sempat juga ada kapal yang lewat namun tidak melihat mereka.

"Alhamdulillah setelah 28 jam terombang ambing di lautan akhirnya kami diselamatkan oleh MV Sinar Masela," sebutnya.

Selama terombang ambing diperairan, dirinya bersama tiga orang awak kapal pengangkut ikan tersebut menahan rasa haus dan lapar di tengah dinginya air laut.

"Kita hanya bertahan menggunakan life jacket sambil berpelukkan. Jangankan makanan, seluruh dokumen dan alat berkomunikasi tidak ada yang bisa diselamatkan," imbuhnya.

Sementara, Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Dumai, Erizon mengatakan, hampir seluruh awak kapal mengalami kerongkongan kering dan susah untuk berbicara.

"Keempat awak kapal ini mengalami masalah pada kerongkongan yang diakibatkan banyaknya terminum air laut selama terombang ambing diperairan," imbuhnya.

Selain itu, tambahnya, pada tubuh korban dikatakannya terdapat luka lecet akibat gesekan dengan material kapal.

"Selain itu mereka juga mengalami pusing dan mata merah dikarenakan tidak tidur selama terombang ambing," jelasnya. .

Pihak KKP Dumai sendiri, tambahnya, sudah memberikan obat-obatan untuk pertolongan pertama kepada seluruh korban, sebelum untuk diperiksa selanjutnya terkait kesehatan awak kapal tersebut.

"Seluruh korban mengalami trauma akibat kejadian tersebut," pungkasnya.

Sebelumnya, empat orang awak kapal tersebut berhasil diselamatkan oleh MV Sinar Masela di sekitaran Tanjung Jati Kabupaten Bengkalis, pada (10/12/2019).

KM Bahari Indah 5 tersebut melakukan pelayaran dari perairan Dumai pada Minggu 8 Desember 2019, bersama KM Suria Kencana menuju Malaysia, dan hilang kontak pada 9 Desember 2019 sekitar pukul 15.00 WIB. 

Diberitakan sebelumnya, empat Anak buah kapal (ABK) Kapal Motor (KM) Bahari Indah 5 ini ditemukan dalam keadaan selamat oleh Badan SAR Nasional (Basarnas) Pekanbaru.

KM Bahari Indah 5 yang dipastikan tenggelam disekitar Selat Morong, ‎pada Senin.

Kapten Kapal Negara (KN) 218 Badan SAR Nasional (Basarnas) Pekanbaru, Leni Tadika mengatakan, pihaknya telah berhasil mengevakuasi empat orang awak kapal tersebut.

Ilustrasi kapal tenggelam
Ilustrasi kapal tenggelam. (foto/tribunnews)

"Tadi kita menjemput empat orang awak kapal yang diselamatkan oleh MV Sinar Masela dan dibawa ke Sei Pakning, Kabupaten Bengkalis," katanya, Rabu (11/12/2019), dinihari.

Leni menyebutkan keempat orang awak kapal tersebut dinyatakan selamat dari musibah tenggelamnya KM Bahari Indah 5 tersebut.

Diterangkanya, Keempat awak kapal pengangkut ikan tujuan Muar, Malaysia tersebut dievakuasi pihaknya kepelabuhan Pokala, PT Pelindo I Dumai.

Ia menjelaskan, adapun keempat awak kapal tersebut bernama Sahrin (34) dan Akiu (51) warga Purnama Kecamatan Dumai Barat, sedangkan Candra (51) serta Erdianto warga Nerbit Besar Kecamatan Sungai Sembilan Kota Dumai.

"Menurut penuturan ABK bahwa KM Bahari Indah 5 tersebut tenggelam akibat hempasan gelombang air laut diperairan Bengkalis," ungkapnya. (Tribunpekanbaru.com/Donny Kusuma Putra).

Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved