KM Bahari‎ Indah 5 Tenggelam

KM Bahari‎ Indah 5 Tenggelam di Riau, KSOP Dumai Telah Keluarkan Surat Edaran Terkait Cuaca Buruk

Kapal Motor atau KM Bahari‎ Indah 5 tenggelam di Riau, Kantor Syahbandar dan Otoriras Pelabuhan atau KSOP Dumai telah keluarkan surat edaran terkait

KM Bahari‎ Indah 5 Tenggelam di Riau, KSOP Dumai Telah Keluarkan Surat Edaran Terkait Cuaca Buruk
foto/tribunnews
KM Bahari‎ Indah 5 Tenggelam di Riau, KSOP Dumai Telah Keluarkan Surat Edaran Terkait Cuaca Buruk - Ilustrasi kapal tenggelam 

KM Bahari‎ Indah 5 Tenggelam di Riau, KSOP Dumai Telah Keluarkan Surat Edaran Terkait Cuaca Buruk

‎TRIBUNPEANBARU.COM, DUMAI - Kapal Motor atau KM Bahari‎ Indah 5 tenggelam di Riau, Kantor Syahbandar dan Otoriras Pelabuhan atau KSOP Dumai telah keluarkan surat edaran terkait cuaca buruk.

Terkait peristiwa KM Bahari Indah 5 tenggelam di Riau yakni di kawasan perairan Selat Morong, Kabupaten Bengkalis, pada Senin (9/12/2019) lalu, Kantor Syahbandar dan Otoriras Pelabuhan (KSOP) Kelas I Dumai mengaku Telah Mengeluarkan Surat Edaran Terkait Cuaca Buruk.

Pelaksana Harian Kepala KSOP Dumai, Rusdi Effendi melalui Kasi Keselamatan Berlayar KSOP Dumai Yuzirwan Nasution mengungkapkan, bahwa pihaknya juga telah menegaskan para pelaku pelayar untuk lebih memperhatikan keselamatan dalam berlayar.

Ia menambahkan, sesuai dengan surat edaran KSOP Dumai yang diterbitkan pada 5 Desember 2019 lalu, dihimbau agar pelaku pelayaran baik itu perusahaan pelayaran dan keagenan kapal, nakhoda kapal dan operator serta pengguna jasa pelayaran untuk memperhatikan keselamatan pelayaran sebagai bentuk antisipasi menghadapi cuaca buruk.

"Kita telah menyampaikan edaran kepada pelaku usaha untuk lebih memperhatikan keselamatan pelayaran mengingat kondisi cuaca berubah-ubah," katanya, Rabu (11/12/2019).

Dijelaskannya, sesuai dengan surat edaran yang dikeluarkan, pihaknya menegaskan pelaku pelayaran dalam mengoperasionalkan kapal harus mengutamakan keselamatan dan senantiasa memantau perubahan cuaca dari BMKG.

"Kita juga menekankan kepada nakhoda dan operator kapal untuk tidak memaksakan berlayar apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan untuk dilakukan aktivitas berlayar. Terutama gelombang laut sedang tinggi, kita imbau pelaku pelayaran menunda berlayar," tegasnya.

Selain itu lanjutnya, pelaku pelayaran kapal penumpang agar memperhatikan kecepatan kapal, mengingat tinggi gelombang mulai meningkat.

Apabila sedang melaksanakan aktivitas pelayaran secara tiba-tiba cuaca memburuk, berhentilah dan tetap terus berkomunikasi sambil mencari lokasi yang aman untuk berhenti.

Halaman
1234
Penulis: Donny Kusuma Putra
Editor: Nolpitos Hendri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved