Stok Berat Riau Aman Enam Bulan ke Depan, Harga Sembako Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru

Disperindag Riau menyebut persediaan beras cukup untuk enam bulan ke depan. Selain itu, juga tidak terjadi lonjakan harga sembako di pasaran.

Stok Berat Riau Aman Enam Bulan ke Depan, Harga Sembako Stabil Jelang Natal dan Tahun Baru
Stok beras di Gudang Bulog 

tribunpekanbaru.com - Dinas Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau, memastikan pasokan Sembilan Bahan Pokok (sembako) di wilayah Provinsi Riau masih dalam kondisi aman jelang natal dan tahun baru 2020.

Selain itu, Disperindag Riau juga mengklaim, menjelang pelaksanaan natal dan tahun baru 2020, harga sembako di Riau masih dalam kondisi stabil.

"Kita mengimbau para pelaku usaha untuk tidak menaikkan harga sembako saat natal dan tahun baru 2020," kata Kepala Dinas Perdagangan Riau, Yulwiriati Moesa, Rabu (11/12).

Untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan harga dan putusnya pasokan sembako di Riau, pihaknya telah melakukan pemantauan terhadap stok sembako di tingkat distributor.

"Kita juga melakukan koordinasi dengan dinas terkait soal pasokan pangan yang dihasilkan dari daerah kita sendiri. Misalnya ikan dan daging di Dinas Peternakan, dan komoditas pertanian di Dinas Pertanian," katanya.

Sementara untuk stok beras, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan para pelaku usaha dan Bulog. Dari komunikasi itu, diketahui untuk stok beras di Riau masih tersedia hingga enam bulan ke depan. Sehingga jelang natal dan tahun baru 2020, untuk stok beras di Riau dalam kondisi aman.

"Untuk ketersediaan beras masih aman sampai 6 bulan ke depan," ujarnya.

Untuk menjamin pasokan sembako dan sayu-sayuran termasuk buah-buahan ke wilayah Riau, Pemprov Riau juga sudah melakukan kerjasama dengan daerah penghasil yakni Provinsi Sumatra Barat dan Jambi. Sehingga pasokan barang dari daerah penghasil ke Riau, diharapkan tidak ada masalah lagi.

"Kita juga akan melakukan kerjasama dengan Provinsi Sumatra Utara dan Sumatra Selatan. Karena untuk pasokan barang-barang kebutuhan pokok di Riau itu ada empat provinsi daerah panghasilnya. Selain Sumbar dan Jambi, juga ada dari Sumut dan Sumsel," terangnya. (smg)

Penulis: Syaiful Misgio
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved