Banjir di Riau

Banjir di Riau, Dinas Kesehatan Kampar Belum Ada Terima Laporan Masalah Kesehatan

Bencana banjir sudah melanda beberapa daerah di Kabupaten Kampar sejak kurang lebih 5 hari terakhir.

Banjir di Riau, Dinas Kesehatan Kampar Belum Ada Terima Laporan Masalah Kesehatan
Ist
Desa Padang Sawah dan Desa Kuntu yang berada di Kecamatan Kampar Kiri mengalami banjir Rabu (4/12/2019) 

Banjir di Riau, Dinas Kesehatan Kampar Belum Ada Terima Laporan Masalah Kesehatan

TRIBUNPEKANBARU.COM, KAMPAR - Bencana banjir sudah melanda beberapa daerah di Kabupaten Kampar sejak kurang lebih 5 hari terakhir.

Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar klaim belum ada laporan keluhan kesehatan dari masyarakat.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar, Dedi Sambudi, Kamis (12/12/2019) menuturkan hingga saat ini belum ada laporan masyarakat yang mengeluhkan permasalahan kesehatan.

"Kita sudah siap siaga dalam menghadapi bencana banjir ini, bentuk kesiapan tersebut yakni dengan menyiagakan 31 Puskesmas yang ada di aliran Sungai Kampar," ungkapnya.

Dalam menghadapi bencana banjir dan memberikan pelayanan kesehatan bagi masyarakat, Dinas Kesehatan Kabupaten Kampar bersinergi dengan OPD terkait dalam rangka menyediakan posko kesehatan di lokasi banjir.

"Kemarin kita sudah turun ke Kecamatan Gunung Sahilan bersama Pak Bupati meninjau masyarakat, memang iya ada masyarakat yang mulai mengeluhkan gatal dikulit. Masalah gatal di kulit ini memang jadi masalah kesehatan yang kerap terjadi ditengah kondisi banjir. Namun demikian kondisi di masyarakat belum mengkhawatirkan," katanya.

Ia mengingatkan kepada masyarakat jika merasa ada gangguan kesehatan untuk melapor ke pos kesehatan atau Puskesmas terdekat.

Dedi menjelaskan banjir melanda di Kabupaten Kampar masih terbilang baru, karena itu belum ada nampak tanda ganguan kesehatan mewabah di masyarakat.

"Biasanya masalah kesehatan ini mulai dikeluhkan jika banjir sudah melanda berhari-hari. Minimal 3 atau empat hari mulai timbul masalah kesehatan," ungkapnya.

Masalah kesehatan yang dialami ditengah kondisi banjir ini lebih disebabkan karena kondisi lingkungan tidak bersih dan sehat.

"Ketiadaan air bersih menjadi faktor pemicu juga timbulnya permasalahan gangguan kesehatan," jelasnya.

Ia mengingatkan masyarakat untuk sebisa mungkin menjaga kebersihan dan sedapat mungkin mengkonsumsi air bersih.

"Jangan lupa masyarakat sebisa mungkin tetap menjaga pola Germas," tutupnya. (*)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved