Empat Organisasi Galang Dana, Gubuk Tak Layak Huni Milik Kakek Al Kamah Mulai Direnovasi

Kakek Al Kamah selama ini tinggal sendiri di rumah yang kondisinya sangat memprihatinkan, dan selalu tergenang air pasang.

Empat Organisasi Galang Dana, Gubuk Tak Layak Huni Milik Kakek Al Kamah Mulai Direnovasi
tribun pekanbaru
Gubuk tak layak huni milik pria tua, Al Kamah, di Tembilahan, mulai direnovasi dengan sumbangan dari para dermawan. 

tribunpekanbaru.com - Gubuk milik kakek Al Kamah di Tembilahan, Inhil, yang sangat tak layak huni, segera diperbaiki setelah mendapat donasi dari berbagai pihak yang peduli.

Sebelumnya, gubuk yang berada di Jalan Abdul Manaf, Kelurahan Tembilahan Kota, Kecamatan Tembilahan milik kakek Al Kamah sempat viral, karena kondisinya yang sangat memprihatinkan. Al Kamah sendiri yang sudah berusia lebih dari 70 tahun, selama ini menempati gubuk papan itu seorang diri.

Ada empat organisasi yang menggalang dana untuk merenovasi gubuk yang selalu terendam air pasang ini. Empat organisasi ini di antaranya Emak Sehat, Jumat Berbagi, Pejuang Subuh, dan Yayasan Peduli Rizky Aksi.

Ketua Koordinasi Emak-emak Sehat, Yuliana Daud menuturkan, penggalangan dana untuk rehab rumah kakek Al Kamah sudah terkumpul, dan pekerjaan perbaikan juga sudah mulai dilakukan.

“Alhamdulillah, dana sudah ada terkumpul dan proses rehab rumah sedang berlangsung. Empat organisasi membuat gerak cepat menghimpun dana, ini mempermudah melakukan langkah selanjutnya. Ini ladang pahala bagi kita semua. Yang jelas saat ini Pak Kamah sangat butuh rumah layak huni,” ujar Yuliana yang juga pemegang rekening dompet donasi di Tembilahan, Rabu (11/12) lalu.

Aktivis wanita yang konsen membantu orang tidak mampu ini berharap pihak dompet donasi tidak berhenti di sini saja, namun tetap jalan sehingga juga bisa menutupi kebutuhan lain yang bisa disalurkan bagi Kakek Al Kamah.

“Kita berharap donasi bertambah, agar cepat selesai dan Pak Kamah dapat menempati rumahnya. Selain itu bisa juga ditambahkan kebutuhan lain yang diperlukan. Mari kita bersedekah karena sedekah itulah yang menyelamatkan kita di dunia dan akhirat," katanya.

Selain mengumpulkan dana untuk rehab rumah, Yuliana Daud juga langsung berupaya mengurus administrasi kependudukan Al Kamah, yang selama ini belum memiliki Kartu Keluarga (KK) ataupun e-KTP. “Mari bergandeng tangan membantu hamba Allah yang butuh bantuan kita. Allah akan membayar segala perbuatan baik kita,” tambahnya.

Sebelumnya diberitakan, kakek Al Kamah tinggal di sebuah gubuk papan tidak layak huni yang sudah nyaris hancur, dan dipenuhi genangan air pasang. Di gubuk inilah Al Kamah menghabiskan hari–hari tuanya.

Al Kamak sendiri mengaku orang pertama yang tinggal di daerah tersebut, yaitu di Jalan Abdul Manaf, Tembilahan. Dia menyebut, sudah tinggal di gubuk tersebut sejak zaman Belanda lalu. (odi)

Penulis: T. Muhammad Fadhli
Editor: rinaldi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved