Pelalawan

Kasus Narkoba di Riau, Pemilik 2 Kg Sabu Divonis Hakim Pelalawan 12 Tahun Penjara, Terdakwa Banding

Terdakwa Rahmat Susanto menguasai sabu-sabu 2 Kg yang dibawanya menggunakan satu unit mobil feroza berwana hitam.

Kasus Narkoba di Riau, Pemilik 2 Kg Sabu Divonis Hakim Pelalawan 12 Tahun Penjara, Terdakwa Banding
Tribun Pekanbaru/Johanes Wowor Tanjung
KASUS Narkoba di Riau, 

PANGKALAN KERINCI - Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Pelalawan memvonis terdakwa Rahmat Susanto (45) pemilik 2 Kilogram narkotika jenis sabu-sabu pada Rabu (11/12/2019) sore lalu.

Hukuman yang diganjar majelis hakim kepada Rahmat Susanto dengan hukuman penjara selama 12 tahun dan denda Rp 1 Miliar dengan subsider enam bulan kurungan.

Majelis hakim yang memvonis pemilik sabu 2 Kg itu yakni Nurrahmi SH MH sebagai hakim ketua didampingi Rahmat Hidayat Batubara SH MH dan Joko Ciptanto SH MH sebagai hakim anggota.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Kejaksaan Negeri (Kejari) Pelalawan yakni Marthalius, sedangkan terdakwa Rahmat didampingi penasihat hukum dari pos bakum.

"Terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melanggar Pasal 112 ayat 2 Undang-undang nomor 35 tahun 2009 tentang narkotika," tutur Humas PN Pelalawan, Rahmat Hidayat Batubara SH MH kepada tribunpekanbaru.com, Jumat (13/12/2019).

Rahmat Hidayat menuturkan, terdakwa Rahmat Susanto menguasai sabu-sabu 2 Kg yang dibawanya menggunakan satu unit mobil feroza berwana hitam.

Pengakuan terdakwa barang haram itu akan dibawa ke Palembang yang dititipkan seseorang dan akan diterima orang lain.

Namun ia tidak mengenal siapa pemilik maupun pembeli serbuk putih memabukan itu. Hingga ia ditangkap tim Opsnal Polres Pelalawan di Jalan Lintas Timur Pangkalan Kerinci.

"Kendaraannya kita rampas untuk negara karena digunakan untuk kejahatan," tambah Rahmat Hidayat.

Ia menyatakan jika terdakwa langsung mengajukan banding setelah mendengar putusan hakim. Rahmat tidak terima dengan vonis penjara 12 tahun yang dijatuhkan majelis hakim kepada dirinya.

"Namun JPU masih pikir-pikir. Ada waktu tujuh hari setelah putusan untuk menyatakan sikap banding atau tidak," tukasnya.

JPU Martalius SH membenarkan vonis 12 tahun yang dijatuhkan hakim kepada terdakwa Rahmat Susanto. Putusan itu lebih ringan empat tahun dari tuntutan jaksa yang dibacakan dua peka lalu.

JPU menuntut terdakwa dengan hukuman 16 tahun kurungan dan denda Rp 1 M dengan subsider enam bulan kurungan.

"Pekan depan akan kita tentukan sikap apakah ikut banding atau tidak. Tentu saya meminta petunjuk dari pimpinan terlebih dahulu," terang Marthalius. (Tribunpekanbaru.com/Johannes Wowor Tanjung)

Penulis: johanes
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved