Penemuan Jejak Kaki Harimau

Penemuan Jejak Kaki Harimau di Kampar, BBKSDA Riau Pasang Kamera Trap untuk Pantau Pergerakan

Pasca penemuan jejak diduga milik satwa Harimau Sumatra di Desa Karya Indah BBKSDA Riau masih melakukan sejumlah tindak lanjut di lapangan

BBKSDA Riau
Setelah penemuan jejak kaki harimau sumatera di Kampar, BBKSDA Riau pasang kamera trap untuk pantau pergerakan hewan itu. 

PEKANBARU - Pasca penemuan jejak diduga milik satwa Harimau Sumatra di Desa Karya Indah, Kecamatan Tapung, Kabupaten Kampar, beberapa waktu lalu, tim dari Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau masih melakukan sejumlah tindak lanjut di lapangan. 

Heru Sutmantoro, selaku Kepala Bidang (Kabid) Wilayah II BBKSDA Riau menjelaskan, tim yang terdiri dari beberapa orang, terus melakukan upaya sosialisasi dan koordinasi dengan para perangkat daerah setempat, seperti Kepala Desa. 

"Tim juga memasang poster tentang 'tips menghindari satwa Harimau' di papan informasi Desa," kata Heru, Jumat (13/12/2019).

Jejak tapak kaki satwa yang diduga Harimau Sumatera ditemukan di kawasan pemukiman dan perkebunan Desa Kuala Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Jumat (6/12/2019).
Jejak tapak kaki satwa yang diduga Harimau Sumatera ditemukan di kawasan pemukiman dan perkebunan Desa Kuala Nenas, Kecamatan Tambang, Kabupaten Kampar, Jumat (6/12/2019). (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

Lanjut dia, hingga kini tim juga masih melakukan serangkaian identifikasi terhadap jejak satwa harimau di Km 6 dan Km 7, serta areal sekitar Sungai Sibam.

"Tim sudah melakukan pemasangan kamera trap pada titik dugaan lintasan satwa harimau," bebernya

Adapun kamera trap yang dipasang berjumlah dua unit.

"Di lokasi sekitar titik pemasangan kamera trap dijumpai banyak jejak diduga Harimau Sumatra. Dari jejak yang dijumpai diperkirakan sudah 3 hari yang lalu," sambung dia.

Setelah penemuan jejak kaki harimau sumatera di Kampar, BBKSDA Riau pasang kamera trap untuk pantau pergerakan hewan itu.
Setelah penemuan jejak kaki harimau sumatera di Kampar, BBKSDA Riau pasang kamera trap untuk pantau pergerakan hewan itu. (BBKSDA Riau)

Selain itu kata Heru, tim menemukan adanya aktivitas penambangan pasir menggunakan alat berat excavator di sekitar penemuan jejak.

"Tim memberikan imbauan yang diperlukan terkait Harimau Sumatra kepada operator excavator," terangnya.

Heru menambahkan, sampai dengan pukul sore tadi, tim ataupun pihak desa belum ada menerima laporan keberadaan jejak satwa liar harimau lagi.

"Kegiatan akan kami lanjutkan besok untuk monitoring kamera trap," pungkasnya.(Tribunpekanbaru.com/Rizky Armanda)

Penulis: Rizky Armanda
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved