Breaking News:

Penyelundupan Satwa

BREAKING NEWS: Ditrekskrimsus Polda Riau Gagalkan Penyelundupan Satwa Liar Asal Afrika dan India

Informasi Tribun, satwa tersebut adalah empat ekor anak singa, satu leopard dan puluhan ekor kura-kura indian star.

Penulis: Fernando | Editor: Ariestia
Tribun Pekanbaru/Theo Rizky
Anak Singa Afrika yang disita dari dua orang tersangka sindikat perdagangan hewan internasional diperlihatkan di Kasangkulim Zoo di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Minggu (15/12/2019). Terdapat 4 ekor anak singa, 1 anak leopard dan 58 kura-kura Indiana Star dengan total nilai miliaran rupiah diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Sebelumnya, satwa tersebut diselundupkan dari pelabuhan tikus di Dumai dari perairan Malaysia. 

PEKANBARU - Ditreskrimsus Polda Riau menggagalkan upaya penyelundupan sejumlah satwa liar dari luar negeri, Sabtu (14/12/2019).

Informasi Tribunpekanbaru.com, satwa tersebut adalah empat ekor anak singa, satu leopard dan puluhan ekor kura-kura indian star.

Sejumlah satwa liar hasil selundupan ini berada di Kebun Binatang Kasang Kulim, Kabupaten Kampar. 

Ada dugaan jaringan internasional menyelundupkannya lewat Perairan Dumai.

Anak Singa Afrika yang disita dari dua orang tersangka sindikat perdagangan hewan internasional diperlihatkan di Kasangkulim Zoo di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Minggu (15/12/2019). Terdapat 4 ekor anak singa, 1 anak leopard dan 58 kura-kura Indiana Star dengan total nilai miliaran rupiah diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Sebelumnya, satwa tersebut diselundupkan dari pelabuhan tikus di Dumai dari perairan Malaysia.
Anak Singa Afrika yang disita dari dua orang tersangka sindikat perdagangan hewan internasional diperlihatkan di Kasangkulim Zoo di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Minggu (15/12/2019). Terdapat 4 ekor anak singa, 1 anak leopard dan 58 kura-kura Indiana Star dengan total nilai miliaran rupiah diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Sebelumnya, satwa tersebut diselundupkan dari pelabuhan tikus di Dumai dari perairan Malaysia. (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

Mereka memilih masuk dari Pesisir Timur Riau itu untuk menyelundupkan satwa liar langka ini ke Indonesia. Polisi pun menggagalkannya saat pelaku sudah berada di Kota Pekanbaru.

Para personel dari Ditreskrimsus Polda Riau menciduk dua pelaku pada penangkapan. Mereka berhasil diringkus setelah sempat ada perlawanan dari keduanya.

Keduanya tidak bisa berkilah saat polisi mendapati satwa asal Afrika. Ada empat ekor anak singa dan satu ekor leopard.

Kemudian 58 ekor kura-kura indian star asal India.

"Kita sudah amankan seluruh satwa selundupan ini. Serta pelaku terkait upaya penyelundupan ini," terang Kapolda Riau, Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi dalam konferensi pers di Kebun Binatang Kasang Kulim, Minggu (15/12/2019).

Menurutnya, kedua pelaku memiliko peran berbeda dalam jaringan internasional penyelundup satwa liar ini. Keduanya adalah warga Kota Pekanbaru.

Anak Singa Afrika yang disita dari dua orang tersangka sindikat perdagangan hewan internasional diperlihatkan di Kasangkulim Zoo di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Minggu (15/12/2019). Terdapat 4 ekor anak singa, 1 anak leopard dan 58 kura-kura Indiana Star dengan total nilai miliaran rupiah diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Sebelumnya, satwa tersebut diselundupkan dari pelabuhan tikus di Dumai dari perairan Malaysia.
Anak Singa Afrika yang disita dari dua orang tersangka sindikat perdagangan hewan internasional diperlihatkan di Kasangkulim Zoo di Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Minggu (15/12/2019). Terdapat 4 ekor anak singa, 1 anak leopard dan 58 kura-kura Indiana Star dengan total nilai miliaran rupiah diungkap oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau. Sebelumnya, satwa tersebut diselundupkan dari pelabuhan tikus di Dumai dari perairan Malaysia. (Tribun Pekanbaru/Theo Rizky)

Pria berinisial YAT berpesan sebagai kurir. Sedanga satu pelaku lagi yakni pria berinisial IS.

"IS ini punya peran mengendalikan upaya penyelundupan ini. Tapi jaringan terputus, modusnya seperti dalam penyelundupan narkoba," tegas Jendral Bintang Dua ini.

Jajaran Polda Riaua mengaku bakal memburu anggota jaringan lainnya. Mereka bakal bekerjasama dengan Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam Riau.

"Kita bakal ungkap jaringan lainnya, kita buru mereka," terangnya.

(Tribunpekanbaru.com/Fernando Sikumbang)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved