Berita Riau

MW Ayunkan Parang Sambil Ancam Tebas Mariyus, Warga Kampar Dibekuk Polisi

Tersangka MW mengancam korban dengan cara mengayunkan sebilah parang ke arah badan korban sambil berkata akan menebas korban.

MW Ayunkan Parang Sambil Ancam Tebas Mariyus, Warga Kampar Dibekuk Polisi
net
ilustrasi

TRIBUNPEKANBANRU.COM, BANGKINANG - Unit Reskrim Polsek Kampar Kiri mengamankan seorang pria karena diduga telah melakukan pengancaman menggunakan senjata tajam.

Tersangka berinisial MW, pria 30 tahun warga Suka Menanti Kelurahan Lipat Kain Kecamatan Kampar Kiri. Tersangka ini diamankan petugas, Sabtu (14/12/2019) setelah dilakukan pemerikasaan terhadapnya serta beberapa saksi hingga didapatkan bukti permulaan yang cukup.

Ditangkapnya pelaku ini berdasarkan oleh laporan pelapor yang sekaligus sebagai korban pengancaman yakni Mariyus Meldi, pria 33 tahun warga Kayu Mas Kelurahan Lipat Kain Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar.

Penetapan MW sebagai tersangka hingga proses penangkapannya telah melalui proses gelar perkara yang dilakukan tim penyidik.

Kapolsek Kampar Kiri, Kompol Yulisman menjelaskan berdasarkan informasi dari Tim Penyidik Polsek Kampar Kiri, bahwa kejadian pengancaman pada akhir Oktober lalu.

Kejadian bermula saat korban mendatangi mertua pelaku yang sedang menebas semak-semak di kebun karet di Dusun Napan Desa Lipat Kain Selatan Kecamatan Kampar Kiri. Saat itu korban menegur dan menanyai mertua pelaku kenapa membersihkan lahan miliknya.

Namun saat itu mertua pelaku mengatakan kalau lahan tersebut adalah miliknya, lalu tersangka MW yang saat itu ada bersama dengan mertuanya mengancam dengan cara mengayunkan sebilah parang ke arah badan korban sambil berkata akan menebas korban.

Atas pengancaman yang dialaminya itu, korban meninggalkan lokasi kejadian dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Kampar Kiri untuk pengusutannya.

Menindaklanjuti laporan tersebut Polsek Kampar Kiri menurunkan Unit Reskrim Polsek melakukan penyelidikan atas perkara.

Setelah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi serta hasil proses gelar perkara dan didapatkan alat bukti yang cukup terhadap perkara tersebut, sehingga ditingkatkan ke proses penyidikan.

"Kita melakukan pemanggilan secara resmi kepada tersangka dan dilakukan pemeriksaan terhadapnya, selanjutnya dilakukan penangkapan terhadap tersangka untuk diproses secara hukum yang berlaku," tutupnya. (Tribunpekanbaru.com/ikhwanul rubby)

Penulis: Ikhwanul Rubby
Editor: Nurul Qomariah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved