Berita Riau

Pertama di Riau, Seluruh SMA/SMK di Rohul Sukses Terapkan Ujian Berbasis IT

Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau Kabupaten Rokan Hulu sukses melaksanakan ujian berbasis IT semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020.

Pertama di Riau, Seluruh SMA/SMK di Rohul Sukses Terapkan Ujian Berbasis IT
Istimewa
Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau Kabupaten Rokan Hulu sukses melaksanakan ujian berbasis Informasi Teknologi (IT) semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020. 

TRIBUNPEKANBARU.COM - Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Riau Kabupaten Rokan Hulu sukses melaksanakan ujian berbasis Informasi Teknologi (IT) semester ganjil tahun pelajaran 2019/2020.

Ujian berbasis IT ini merupakan pertama dilaksanakan di Provinsi Riau.

Plt Kepala Cabang Dinan Pendidikan Provinsi Riau Kabupaten Rokan Hulu Hamdani, Minggu (15/12/2019) menjelaskan program ujian semester dengan menggunakan program IT ini, dilaksanakan dengan kesepakatan seluruh kepala sekolah Negeri maupun Swasta dan para guru melalui rapat MKKS, dimana ujian semester dengan menggunakan program IT.

"Seluruh SMA/SMK di kabupaten Rokan Hulu ujian pada semester ganjil ini, menggunakan IT," ujarnya.

Dikatakan Hamdani ujian menggunakan Komputer, laptop, tablet serta android ini dapat memberikan banyak manfaat kepada pihak sekolah pelaksana ujian, maupun terhadap peserta didik bahkan kepada Pemerintah.

"Sekolah tidak lagi meng copy master soal ujian bagi setiap peserta didik, artinya sekolah mampu memangkas anggaran penggandaan soal ujian, yang dulu menggunakan kertas dan setelah ujian lembaran soal dan jawaban tersebut hanya terbuang sia - sia," kata Hamdani.

Ujian berbasis IT ini lanjut Dani, Meninggalkan sistem ujian manual, dimana melelui Lembaran Soal Ujian (LSU) dan Lembar Jawaban Siswa (LJS) menjadi Ujian berbasis IT yang lebih sederhana tidak ribet dan disenangi oleh peserta didik.

Hasil ujiannya transaparan, siswa tidak bisa mencontek karena soal ujian tidak sama dengan siswa yang lain, selesai ujian siswa langsung mengetahui hasilnya.

Guru tidak akan bisa membantu nilai ujian terhadap peserta didik, umpamanya yang didapat siswa nilai 60 tau tau menjadi dengan nilai 75, ini kan hal yang tidak bagus dalam meningkatkan pendidikan apalagi berbicara soal kualitas.

Selain itu kata Hamdani, bisa memaksa siswa untuk melek IT. Hal ini sesuai dengan kebutuhan zaman yang serba IT. Terkait kendala yang dihadapi dalam penerapan ujian berbasis IT ini Hamdani mengatakan pertama tentu kita sender dan receiver untuk mencari tujuan dan persamaan bersama dalam memajukan dunia pendidikan, ini memang bukan hal yang mudah mengingat setiap individu itu berbeda beda pola fikirnya.

Halaman
12
Penulis: Syaiful Misgio
Editor: Ariestia
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved